film

Things Make Me Happy Today

8:05 PM

I'm in a good mood. I even got butterflied when i started to write this. I don't know, it's just weird that i'm so happy without any particular reason. Well, life is always weird. But i guess i can list some of it out.

1. Oh Wonder is releasing their new songs (and album, soon!)



I'm beyond excited when i knew they're going to release new album this year. And yeah, their songs never failed. They're beautiful. Have you listened it? Anthony even sings by himself and i love his voice oh my God. Lifetimes and Ultralife is now on my playlist! Seriously though, i can't wait til their album come out.

 2. I just watched Pretty Woman and Notting Hills

I know, some people might said "kemana aja lo???" but better late than never, right? So... yeah. Both were great i even teared myself. Julia Robert was an amazing actreess, and a VERY lucky woman. I mean... ada ngga sih aktor lawan mainnya yang ngga ganteng!? I was obsessed with Richard Gere and Hugh Grant just right after watched the movies. I was like 'cmon God can i have a lover and a daddy like Richard Gere?' (((well um ok, that's weird))). He was that hot in the movies, tapi begitu googling dan tau dia sekarang udah kolot dan jadi kakek kakek... ya... ok. The point is he was hot, pada masanya. Dan karakternya di film itu pas banget. I love how Richard Gere was so gentle, charming, flirty, and intimidating at the same time. Mungkin kalo jaman sekarang sih imagenya kayak Christian Grey, kali ya? But i prefer Richard Gere though. I mean, look at him.


And i must said, Julia Robert's role was HILARIOUS. She was brilliant. This rodeo drive scene is my favorite


 I was actually screaming 'YEAH TAKE THAT BECAUSE KARMA IS A BITCH ISN'T IT' to the shop assistant. I was actually screaming.

And Notting Hill, the movie was great, too. I gotta say Hugh Grant is my version of McDreamy (as in Grey's Anatomy).


I cried when William disappeared from Anna's movie set, the moment he tried to approach her back. It broke my heart everytime i watch people got dumped in the movie. But seeing a man got broken hearted.. especially this cute, i just can't. Lol. Ah and this is my favorite scene.




3. I have a lot of new songs on my playlist

Simple things make me happy. And new, fresh songs on my playlist just did. I guess i need to refresh my playlist more often. I love Jojo's and Alessia Cara's song, I Can Only. My Jojo just did a comeback! Whoa. Please, please, please, guys, listen to them. And have i already said that i love Spotify? Seriously, though, thank you so much Daniel Ek, you helped me discover new, fresh songs. These are my current jams. Please, please, please, guys i need you to listen to it.

Wiktoria - Unthink You
Shallou - Motion Picture Soundtrack (Radiohead cover)
Lauv - Reforget, The Other
Cigarettes After Sex - Dreaming of You
Khalid - American Teen
Mura Masa - Love$ick
Mod Sun - Beautiful Problem
Anne Marie - Do It Right

4. Lots of movies to be on the list

This year is gonna be great. There are lots of thriller movies coming this year, and i can't wait for watching it all! I really think i NEED to watch 47 Meters Down, Wish Upon, It, Personal Shopper, Cage, and the others. Oh and i already planned to watch Fate and Furious 8 right after i've finished UN. How cool's that.


film

wth

3:15 PM



holy. shit. it's. gonna. be. fucking. epic.

books

Paper Towns

4:20 PM

JOHN GREEN IS PROBABLY MY WHOLE LIFE FAVORITE AUTHOR.

Jadi bulan lalu aku beli novel bahasa Inggris pertama dalam hidup aku (yap lebay banget emang). Butuh waktu lama sebenernya buat nentuin pilihan antara Paper Towns-nya John Green sama Lukisan Hujan versi barunya Sitta Karina. Here's my thoughts: Lukisan Hujan versi baru pasti bakal worth it buat dibeli, abisnya banyak scene baru yang lebih detail dan pastinya seru. Hampir semua novel Sitta Karina nggak pernah mengecewakan. Tapi trailer Paper Towns bikin aku penasaran buat baca novelnya. Trailernya aja udah rame banget. Sempet ragu juga sih buat belinya, abisnya mahal The Fault in Our Stars yang aku beli dulu fail abis! Setengah buku pun bahkan nggak aku selesain karena bahasa terjemahannya malesin banget buat dibaca. Padahal udah naro ekspektasi tinggi, gara-gara TFIOS booming banget, bahkan jadi best-seller New York Times. Mungkin karena belinya versi terjemahan kali ya, jadi nggak dapet 'feel'-nya? Sayangnya, karena udah terlanjur kecewa sama buku terjemahan dan juga filmnya yang menurut aku nggak rame, jadi nggak ada niat sama sekali buat baca English versionnya. Sori, papa John (lah, berasa papa sendiri). Tapi begitu baca sinopsis Paper Towns, i was like 'ini mah bukunya kudu dibeli ey parah sinopsisnya aja udah catchy banget'. Besides, i wanted to challenge myself to read an English book and i thought this book is gonna be a good one to start. Jadi dengan sisa-sisa duit akhir bulan yang bikin hati nyesek tiap liat dompet, aku beli buku itu saat itu juga setelah aku selesai baca sinopsisnya.

No regrets.

KARENA. TERNYATA. PARAH. EY. RAME. BANGET.

Dikapitalisasi loh ya. Berarti bacanya kudu pake nada heboh. Dan emang bener ey, nggak nyesel banget belinya karena emang RAME BANGET. Tuh bahkan udah diulang sampai dua kali, dikapitalisasi, dan dibold pula. Nih sinopsisnya:

The thing about Margo Roth Spiegelman is that really i could ever do was let her talk, and then when she stopped talking encourage her to go on, due to the facts that 1. i was incontestably in love with her, and 2. she was absolutely unprecedented in every way, and 3. she never really asked me any question... 
Quentin Jacobsen has always loved Margo from afar. So when she climbs through his window to summon him on an all-night road trip of revenge he cannot help but follow. But the next morning, Q turns up at school and Margo doesn't. She's left clues to her dissapearance, like a trail of breadcrumbs for Q to follow

Masih belum kebayang ramenya? Coba nonton trailernya.





The trailer itself is just so stunning. Casts are perfect, and the musics are too. Abis nonton trailernya aja aku langsung download lagunya, Smile - Mikky Eko, Search Party - Sam Bruno, To the Top - Twin Shadows berkali-kali. Juga muterin trailernya berkali-kali, sampai saat ini. It just successfully made me obsessed. I even remember that 'everyone gets a miracle. My miracle was i'm living up across the street from Margo Roth Spiegelman' line on the beginning of the trailer. I even more obsessed when i finished read the book!

Ternyata bahasanya (walaupun dalam bahasa Inggris) ringan kok, buat dibaca. Kalaupun ada vocab yang nggak tau artinya, tinggal google translate. Jadi keseluruhan ceritanya begini (spoiler pisan ey):

Quentin Jacobsen jatuh cinta banget sama tetangga depan rumahnya, Margo, sejak kecil. Tepatnya waktu mereka berdua nemuin seorang pria yang terbunuh di komplek rumahnya, Q naksir banget sama kepribadian Margo. Dari kecil, Margo emang cinta banget sama misteri. Bahkan dia sampe ngelakuin investigasi kecil-kecilan dari kasus itu. Beda banget sama Quentin yang anaknya tuh play safe, nggak neko-neko dan 'lurus' abis hidupnya. Tapi seiring waktu berjalan dan mereka udah jadi remaja, entah bagaimana mereka jadi practically stranger. Margo salah satu cewek 'it girl' di sekolah sementara Q anak biasa-biasa aja (malah pernah dibully sama Chuck) yang hobinya main game Resurrection bareng Ben dan Radar. Q yang udah remaja masih naksir Margo walaupun ia udah punya pacar. Suatu malam, Margo manjat jendela kamar Quentin dan minta Quentin nemenin dia ngelakuin rencana bales dendam terhadap mantan pacar Margo, Jase yang udah selingkuh sama sahabat Margo sendiri, Becca. OOT dikit nih, kayaknya plot di buku sama di film bakal beda. Kalau di buku, Margo punya 11 revenge plot to do tapi di trailer, dia cuma bilang ada 9. Nah akhirnya, Quentin dan Margo ngelakuin hal-hal gila semalaman itu diam-diam pakai minivan ibunya. Contohnya, kayak mergokin Jase dan Becca lalu motoin mereka dalam keadaan naked, ngerjain mobilnya Lacey, sahabat Margo yang annoying dengan ikan lele, nerobos SunTrust building, dan juga nerobos SeaWorld. Q udah positif banget yakin ketika malam itu berakhir, hubungan dia dan Margo di sekolah nggak akan lagi kayak strangers. Q bahkan nawarin Margo buat duduk bareng dia dan teman-temannya di kafetaria, karena Margo udah 'nggak punya siapa-siapa lagi'. Tapi ternyata Q salah, karena ternyata besok harinya (setelah ngelewatin adventurous epic trip bareng Margo malam harinya), Margo malah hilang berhari-hari dan nggak bisa ditemuin. Ternyata, itu bukan kali pertama Margo kabur dari rumah. Q akhirnya berusaha buat nemuin dimana Margo berada, karena yakin bahwa Margo ninggalin clues yang sengaja ditujuin buat Q. Q yakin Margo emang ninggalin clues supaya dicari sama Q. Tapi, semakin Q nyari tau dan mecahin clue demi clue, semakin Q ngerasa dia nggak mengenal Margo. Dan ternyata memang hampir nggak ada yang benar-benar mengenal Margo selama ini. Contohnya; Q dan teman-temannya nggak nyangka Margo yang sedemikian cewek, it girl abis, bahkan make baju desainer waktu 'malem petualangan' diketahui ngecamp di bangunan bekas yang rada horor. Yang bikin aku jatuh cinta banget sama Q adalah, Q bener-bener cinta sama Margo, bahkan dia ngelewatin prom dan graduation demi ngejar Margo yang ratusan mil jauhnya.

Sumpah, itu plot di atas udah spoiler abis. Ini buku recommended banget buat dibaca, sumpah. Make sure baca English versionnya, ya, biar suasananya dapet. Lebih disaranin lagi kalo kalian liat trailernya dulu, baru baca novelnya, biar lebih kebayang aja.

I even more happier to know that Nat Wolff would be the cast of Q and Cara Delevingne would be the cast of Margo! Sumpah chemistry dan perannya tuh cocok banget (due to the facts that Cara has similar personalities with Margo).


I desperately can't wait :')

art

sunday boringness

5:07 PM










Happy Sunday everyone! ;)

I have no date plan today so it's kinda boring on home. Dad went home just to pick up my mum to go to Surabaya. It'll be tiring if i join them. Sooo here i'm all alone at home, spending my weekend without boyfriend(s) in front of the television.

I watched Project X last night. Well uhm it actually told us about teenagers' life, but strangerly it's just a bit inappropriate to watch by teenagers. The movie tells about teenagers' wild party. Uhm no. Ultrawild party, like they served and did wild stuff such as alcohol, drugs, naked swimming, violence, etc. So in the end they got problem with the police and felt regret for all they have done.





--



Reeve's hairchalk

I drew pop arts today! I was just looking for some pop-art pictures on the internet for my twitter background, and just got interested to draw some of it. Check it out.

POW!

This one is my drawing i put on my wall bedroom ;)



film

Harry Potter

3:39 PM

Heeeyyy bloggie :)

Minggu lalu, aku nonton Harry Potter and the Deathly Hallows part 2! Saking serunya, aku sampai nonton 2 kali dan rela ngantri di depan gerbang XXI/21 dari jam 11. Pertama nonton diajakin Mbak Ajeng. Sama temen-temennya; Kak Fauzan, Kak Adi, Kak Dera, Kak Iqbal, nonton Harry Potter di Ciwalk. Begitu sampai disana, ternyata XXI belum buka. Akhirnya kita keliling-keliling Ciwalk dulu sampai akhirnya jam 11.15 kita balik lagi ke XXI. Begitu sampai di dekat eskalator menuju pintu gerbang XXI, banyak orang yang kayaknya juga ikut mengantri buat nonton Harpot.

Akhirnya, pintu gerbang dibuka juga. Jejejeng..
Semua langsung berlarian ke lantai atas (dengan eskalator yang belum jalan), aku juga kebawa arus ikut aja deh lari ke lantai atas. Walaupun loket karcisnya belum dibuka, antrian udah panjang banget kayak ular. Akhirnya aku dan yang lain duduk di sofa, sementara Kak Iqbal giliran mengantri.

Setelah dapat tiket, kita semua shalat dzuhur dulu, lalu kembali ke XXI, ternyata theatre giliranku udah dibuka. Posisi dudukku ngga enak banget, barisan tengah di paling kanan. Jadi rasanya kalau mau nonton kepalaku harus miring ke kiri. Durasi filmnya pun lama banget, sekitar 2 jam, tapi bener-bener puas deh :)

My favorite part is when Severus Snape was attacked by Prof. McGonagall for saving Harry! Oh my Goood, Prof. McGonagall keren banget! :D Aku nontonnya udah geregetan sendiri deh. HP7P2 ngeluarin banyak efek di filmnya, tapi filmnya bener-bener seru. Rugi deh kalo ngga nonton :) udah dapet predikat 'the best movie ever i watch' walaupun selama ini aku selalu bilang film kesukaanku itu Narnia. Diantara ke-8 film Harry Potter juga, menurutku ini yang paling seru+rame+menegangkan.

Yang kedua kalinya, aku nonton bareng Hani, Kak Ricky, Bela sama Mira di BIP. Kita dapet posisi tengah, udah pewe deh tempatnya :D walaupun ini yang kedua kali, aku tetep speechless nontonnya.

Anyway, Ron sama Hermione romantis banget di film ini. Ronnya ganteng sekali XD ahahahay. Aku juga ngga menyangka ternyata Neville suka sama Luna Lovegood, i think they'll be nice couple, do you? ;)
Di akhir film, ada sedikit epilog mengenai keadaan mereka 19 tahun lagi. I LOVE HARRY AND GINNY'S CHILD KYAAAA XD his name is Albus Severus Potter. Albus, from Albus Dumbledore and Severus from Severus Snape, Harry said. Setelah aku cari informasi lagi, nih, ternyata yang meranin Albus Severus ganteng itu nama aslinya Arthur Bowen. Dia seumuran denganku loooh :) lahir di tahun 1998. Skandar Keynes lewat deh :p hehe *kesel gara-gara mentionnya ga dibales sama skandar*

Rating buat film ini bintang 6 deh :) wajib nonton! :)