family

missing my grandpa o'clock

8:06 PM

i'm writing this as the sound of takbir perpetually reverberates from the mosque nearby, reminding all of us that Eid al-Fitr is coming as soon as tomorrow. while most people love Eid al-Fitr for its festive, foods, and fortune, hari raya lebaran justru selalu bikin gue diam-diam sedih me-recall hari dimana mbah kakung meninggal dunia. ada waktu dimana gue selalu take some space to grief for the loss of my grandfather di hari lebaran. it's always hard for me to find an adequate way to talk about my grandfather --cause he's so special and he deserves all the best that i could give; yet it's so hard to put it into words while trying to ignore the lingering pain in my chest. he was my first love... losing him was the worst kind of heartbreak i've got to move on from. the grief still hits me hard, even after all these years. penyesalan hidup terbesar gue mungkin adalah gue nggak sempat ngucapin selamat tinggal ke mbah kakung. di hari kita mudik ke jawa dan ninggalin mbah di rumah (bareng suster dan keluarga di pihak mama), gue waktu itu udah terlanjur masuk ke mobil dan lupa salam sama mbah. waktu itu gue mikir, "aduh udahlah tanggung, ga usah salam nggak apa, beberapa hari lagi juga ketemu lagi". turns out he was the one who left us that night. i was so broken i couldn't even cry until i got back home from the funeral, alone, in my room. my chest hurt so bad it almost felt like it was gonna explode. not only i lost a grandfather, i also lost a bestfriend. 


but your death; they won't happen to you. 
it happens to your family and your friends.
those verses couldn't be more accurate

anyway, the way i see how my father looks at my nephew now --his first grandchild-- reminds me of how mbah kakung used to look at me, nurture me and protect me. gue kadang mikir; does it really work that way? kakek-nenek emang di mana-mana lebih sayang sama cucu dibanding sama anak sendiri? my father rarely says that he loves me, hug me or being so affectionate with me (those are not his love language), hence i'm a bit surprised seeing how my father and Z could be so lovey-dovey all the time and how tight the bond between two of them right now. keponakan gue juga udah clingy banget sama kakeknya. i'm not sure why i'm so jealous whenever i see both of them; is it because i've never had that kind of affection from my father or is it because it reminds me of the similar relationship i used to have with mbah kakung?

i've been missing you so much

p.s: i'm sorry i've been so mellow these days

reminiscing

a lil update on life

1:12 AM

ada sesuatu yang bikin gue ngerasa ada di rumah tiap kali nulis di blog. nggak peduli betapa gue yang sekarang sangatlah illiterate (funny how it contradicts my blog title; little-ature) dan ngalamin kesulitan untuk mulai nulis. perhaps it's because i don't need to prove anything to anyone when i write here. or maybe, it's because this blog has witnessed my personal growth ever since 9 years ago. anyway, listening to bon iver's songs while blogging is a little thing i grateful so much in life. 

an update: on life

oke. pertama, gue juga nggak ngerti kenapa hasrat gue untuk nulis selalu dateng ketika gue seharusnya lagi belajar buat uas. finals are coming in a couple days, y'all. i'll finally end this fucking semester in 10 days. to sum up my first half year of 2019; i'd say that life has completely defeated me. i got my first ever mental breakdown this semester. never have i ever feel so weak and vulnerable in my life until it hits me; beaten me up like shit. i went through several sleepless nights full of tears not knowing exactly the reason of why i'm crying. fakta bahwa gue kesulitan memetakan alasan mayor di balik kesedihan itu justru bikin gue makin stress. til i had to accept (atau mungkin memaksa menerima) that it's not always have to be a major reason i had to look for. mungkin hal-hal kecil yang jadi beban pikiran dan tekanan gue yang berakumulasi jadi satu; is simply the reason behind why. i tend to isolate myself from people on those hard days. i always feel so tired i felt like a dead man walking. begitu sampe kamar, gue bisa cuma rebahan sampe tengah malam, lalu nangis, diam, nangis lagi, capek, nangis lagi sampai pagi, ketiduran, bangun, kuliah, pulang, rebahan, and siklusnya keulang lagi. the cycle went for a few days until i realized; ini nggak sehat. i need to seek for help. decided to text my mom on midnight "i am so tired, i'm stressed out. i'll tell you why, but i think i might have to turn my phone off for a couple days, seeking for a lil peace within myself first, don't worry". but you know, when you say 'don't worry, yang ada orang yang nerima pesannya malah cenderung worry. apa yang terjadi selanjutnya adalah mama dan mba ajeng made a lot of phone calls lewat telepon kosan. i felt really bad about it, but i can't help to admit that there's something wrong with me too. gue nggak pernah merasa sefragile ini, selemah ini dan sehampa ini. i also told (lebih ke rant sebetulnya. 4am rants!) one of my bestfriend regarding this situation. sulit buat gue berani menceritakan perasaan gue ke orang lain dan ke keluarga gue tentang hal ini. gue bahkan hanya me-forward notes hp isi curahan hati--kestressan dan makian tanpa sensor gue-- just because; gue nggak bisa ceritain itu selayaknya gue harus cerita ke keluarga gue. apa yang gue rasain ga akan sampai sepenuhnya tanpa kata-kata inappropriate di dalamnya. and i felt so fucking relieved. satu hal yang gue pelajari dari momen ini; mungkin sebenarnya apa yang gue butuhkan adalah berbagi... gue sadar betapa jarangnya gue menyalurkan emosi gue dan memperlihatkan sisi fragile gue ke orang lain. the response i got was very unexpected, yet very relieving.

gue: *forwards notes*
gue: i can't accept any advice right now
mama: iya mama ngerti. mama percaya kamu akan bisa ngelewatin ini semua. pasti capek kalo igin marah keluarin semuanya sekarng, nangis sebanyak-banyaknya. mama nggak akan ngash ceramah apa-apa, tapi kalo kamu ngerasa butuh bantuan, kamu boleh ngomong sama mama, mba ajeng, atau bantuan profesional sekalipun. dengan kamu sadar sendiri kalo kamu stres, itu jauh lebih baik daripada nggak sadar sama sekali. ini bukti kalo kamu masih berusaha untuk ngatasin masalah yang lagi kamu hadapin. nggak mudah memang, tapi semuanya bisa lebih cepat ditangani kalo kamu mencari bantuan dari orang yang tepat. emosi yang kamu luapin melalui tulisan di notes bisa jadi salah satu cara untuk membuat pikiran lebih tenang. nangis sebanyak-banyaknya, tulis sebanyak-banyaknya. kalo perlu marah, nggak ada salahnya untuk ngomong kasar. toh itu notes yang tulis sebagai bentuk luapan emosi. tuangin semua kata-kata yang ada di pikiran tanpa sensor sedikitpun. kalo memang lewat tulisan belup cukup, osya nggak mau cerita ke amma, mba ajeng, atau ke teman sekalipun, kamu boleh minta bantuan konseling. ini salah satu cara yang mama bisa kasih sebagai tanda mama percaya sama kamu dan dukung kamu untuk ngelewatin masalah yang lagi kamu hadapin. kapanpun osya mau dan butuh, osya boleh minta bantuin ini kapan aja

i swear i got the best mother in the world.

 a few days after felt so.. bland? i'm not sure what's the right word to describe the days after. yang jelas, perasaan gue jauh lebih baik dan gue mulai bisa coping dan berdamai dengan keadaan gue saat itu; jadi gue memutuskan untuk nggak jadi mencari jadwal sesi konseling.

sekarang?
i feel pretty normal; both physically and mentally. ever since my first ever mental break down, i learn something very important. mungkin klise; but it is really okay to feel not okay. kita manusia yang punya emosi; bukan hal yang salah untuk meluapkan atau nunjukkin ekspresi itu. it is okay to feel sad and/or stressed, as long as we know how to cope and deal with it. but when we don't, it's okay to seek for help.

well, i guess we are both strong and fragile creatures, aren't we?

late night thoughts

thank you

8:34 PM

hanya ada segelintir orang di hidup gue yang pernah menyaksikan & been through with me.. emotionally naked.

fragile.

and i'm thankful for your existence.

for handling me through those bumps. for accepting me being who i am, my emotions. my random rants at 4 am when i had my breakdown. my random burst-out tears in the car at midnight.

thank you

you know who you are.

reminiscing

SMA

6:13 PM

This post is written based on my personal contemplation and experience during high school. Sekaligus jadi pesan buat adik-adik gue (yang technically gue gak punya sih wakakakak) dan anak gue nanti (masih lama sih sebenernya hmm tapi yasudahlah).

Ketika banyak orang bilang masa SMA adalah masa terindah dalam hidup, bagi gue itu nggak berlaku. As you know (i wrote this several times on my previous posts), my high school life sucks. High school life loh ya bukan high school-nya karena SMA 2 is no less than perfect (berjayalah sepanjang masaaa~~). Oke let's start it. Semester satu sampai tiga merupakan masa yang beraaattt banget. Bisa dibilang, selama itulah gue berproses untuk adjust sama kehidupan SMA yang serba baru, serba beda, serba keras. Some of you might think aelah sekeras apa sih hidup anak SMA?. Tapi nyatanya emang berat dan keras banget, cui. Serius. Di masa SMA, gue 'terbentur' sana sini.

High school: it's all about friendship, love, ambition, passion, and values.

Di masa SMA, gue mulai mencari tau siapa orang yang sebenarnya kawan, lawan, atau kawan yang sebenarnya lawan. I found the truest, the meanest, the funniest, the richest, the uniquest, the toughest, the frenemy, the fake ones, and the real ones here. Things they said about how your friends might be not your bestfriends is true. I have several circles of friendship. But the real bestfriends i can count is actually no more than a dozen. Ada temen yang emang enak cuma buat diajak have fun, temen buat ngopi ngopi, temen buat belajar, temen buat berbagi hobi tapi ga enak buat jalan, temen yang enak buat jalan tapi ga bisa diajak sharing, dll. Get over it. You can never expect somebody to be somebody you wanted to be. Gak usah expect mereka buat selalu ada untuk kita. The realest one is always there even you didn't ask them to be. And when you find one, treasure it. The bravest thing i've ever done in high school was cutting some people off who brings negativity into my life. Some brought me misery, brought me into major insecurities, brought me into other things i didn't want to. And yep, that taught me that your friends aren't always going to be your friends.

I went through several loves and heartbreaks. Unrequited love, unhealthy love, and some idk-if-it's-love loves. It feels so good to fall in love. It once felt like everything. But in fact, it is NOT. It's just a thing. It's just a lil piece of thing that brings you both happiness and sadness. Gue ngerasain bagaimana ~cinta~ bisa membuat gue merasa jadi orang yang paling bahagia di dunia, tapi pernah juga membuat gue merasa nggak jauh beda sama sampah.  I wish i could say this to me several years ago; fall. but don't fall too hard. feel. but don't get too overwhelmed. don't expect. it comes when it less expected. don't take it seriously. NEVER take it seriously. most of the chance it's not going to be long lasted. dan yang paling penting: love. smartly. or you'll regret some things.

Oh and you know what? High school is a bunch of hard works. Everything is just too much. Not just the friendship and the love, but mostly it's about ourselves. It's a hard work to find the real us. Gue dan teman-teman di sekitar gue (menurut observasi gue sih kalo ini) merasakan hal yang sama: terombang-ambing. We tried to find balance in everything. We tried to find the gray side of all the blacks and whites. Kerja keras untuk bilang 'nggak' untuk hal yang kita nggak suka tapi orang-orang suka. Untuk bilang 'iya' pada sesuatu yang kita suka, despite of others judgement and hatred, atau bilang 'iya' karena nggak mau missing out aja.. Untuk ikut yang lain minum atau enggak. Untuk belajar di kelas sampe suntuk atau cabut bareng yang lain. To party or not to party. Untuk tau apa yang sebenarnya benar dan apa yang harusnya nggak dilakukan, because sometimes it feels right anyway. Untuk memilih sesuatu berdasarkan apa yang benar-benar kita mau, bukan apa kata opini orang. Untuk sesekali egois demi kepuasan diri. Untuk ngejalanin hidup berdasarkan values yang kita miliki, meski harus bertabrakan dengan values orang lain. And the other 'to or not to's. Intinya, kerja keras untuk berani menjadi diri sendiri. Those things were our real homeworks. Screw math! Berjuang untuk lulus matematika, ekonomi, fisika dll di SMA itu bullshit. Just do the homeworks and the tasks, ujung-ujungnya lo pasti lulus juga. Tapi untuk lulus di 'mencari jati diri'... sampai sekarang gue masih bisa liat beberapa teman-teman gue masih struggling dalam hal ini.

Satu setengah terakhir masa SMA gue, untungnya, berakhir dengan baik. Beyond expected malahan. I was really happy, and i finally got a chance to love high school. I ended it with my great friends, great experiences, great bazaar (yuhuuu Darani Maneka!!!), great prom, dan hasil belajar yang baik juga. I had great, memorable, sweet moments, indeed. And i'm blessed for it; both the ups and downs.

So....

That's it. My version and my stories might be different with yours. Mungkin bagi lo masa SMA adalah waktu terbaik dalam hidup lo dan nggak setuju dengan statement gue di atas. Kalo iya, ya sukur lo nggak se-struggle gue. Again, gue bilang tulisan ini berdasarkan pengalaman dan pemikiran gue aja. Maybe high school are both best and worst part of our lives, no?

For you, soon-to-be-the-high schoolers... good luck! Enjoy it, as much as you can. Feel it. Survive it. And most importantly... live it :)

May the odds be ever in our favor!

High school pictures are soon going to be updated in this post! :p

random

2016: highlight of the year

9:34 PM

So 2016 is about 5 hours left. Ngerasa nggak sih tahun ini kayak cepet banget? Buat gue iya. Sebagian orang bilang ketika kita enjoy ngelakuin sesuatu, waktu nggak bakal kerasa berlalu. Does it mean i enjoyed 2016 too much? I don't know. One thing for sure; 2016 mungkin bakal jadi salah satu tahun favorit gue. Too much things happened yet too much lessons learned; both with the easy way and the hard way. By the way, mumpung kebetulan lagi ada di penghujung tahun, gue pengeeen banget nge-review tentang beberapa hal yang considered as higlilight di kehidupan 2016 gue.

1. Meeting new, great, people
Sebenernya dari akhir 2015 sih, tapi yaa kenal bangetnya mulai 2016. Gue kenal banyak temen baru dari conversation class EF gue yang memotivasi gue banget. Kak Yosua, Kak Albert, Kak Daniel (yang ternyata senior SMA ya hm), Kak Andi adalah temen-temen EF yang bikin gue betah buat masuk kelas dibanding kelas sebelumnya. Temenan dan ngobrol sama mereka ngebuat pandangan gue lebih terbuka tentang kehidupan di luar sana. They made me realize that it's such a big world out there and all i ever been explore is less than a step. Ada yang udah bisnis kuliner sendiri, ada yang udah siap-siap ngelanjutin studi abroad, ada yang berhasil ngeraih mimpinya masuk akmil, dll. Btw, kangen makan di upnormal lagi beres EF deh!

2. I'm so much into chillout music this year
It seems like tiap tahun gue doyan genre musik yang berbeda. Tahun 2014 playlist di hp gue full banget sama lagu edm (HAHHAHAHAHA SORRY IF I'M SUCH A BASIC BICHEEEE) kayak Kaskade dan Madeon. Trus tiba-tiba masuk 2015 langsung sebosen itu sama hype-nya edm dan mendadak rajin dengerin folk mulai dari Layur, Gardika Gigih, Novo Amor, Amber Run, Bon Iver dan konco-konconya. Trus tahun ini selera musik gue bener-bener mentok di chill-out music mulai dari Alina Baraz, Honne, Ta-Ku, Chet Porter, FKJ, Mothica, dan seisi Majestic Casual, The Sound You Need, etc. Taon depan bisa aja selera musik gue mendadak heavy metal, ato j-pop sekalian kali ya?

3. I'm enjoying my senior year
To be honest, kayaknya baru tahun ini gue ngerasa enjoy banget di SMA. No pressure at all buat dateng ke sekolah, ga kayak dulu hoho. Sayang aja kalo gak masuk, udah kelas tiga. Taun terakhir di sekolah. Walaupun tetep kalo gabut langsung cabut hihi. Tambah semangat juga sih semenjak punya resolusi nyobain semua makanan di kantin sebelum gue lulus. Apa banget ya emang.

4. Jadi contributor Cerita Kita & apprentice di Gogirl! (which is majalah kesayangan gueee!!)
Gue se-enggak nyangka itu bisa menang dan jadi contributor buat Cerita Kita dan ditawarin apprenticeship di Gogirl! buat websitenya. Kayaknya gue pernah ngepost ceritanya di blog juga deh. Btw gue baru inget kalo bulan ini adalah bulan terakhir gue jadi contributor :') banyak banget sih pengalaman yang gue dapet selama jadi contributor dan apprenticeship. Mulai dari kebingungan nyari ide artikel, ngebut deadline, cafe-hopping buat bahan artikel (dan sianjir taunya ada cafe yang setelah gue review bulan berikutnya langsung tutup huhuhu) sampe ngerasain gimana rasanya di-underestimate sama orang karena umur dan appearance gue hahaha. Ok skip ntar bete lagi. However, this 7 months been amaaaazeballs to me. (P.S: thank you Kana for the artworks! duh cinta banget sama makhluk paling baik sedunia yg satu ini gangerti lagi)

5. Gak ikut karyawisata SMA, buying myself a camera lens with the money instead
It was such a big decision back then buat ikutan karyawisata atau engga. I didn't feel like i want to, though everybody said it's going to be a chance that will never come twice dan gue bakalan nyesel kalo gak ikut. Akhirnya gue tetep ngikutin kata hati buat gak ikut dan malah make uangnya buat beli lensa kamera yang selama ini gue idam-idamkan. Hehe. No regret!

6. PSP XXI!
Too much emotions and feeling to be described, but all of them are treasured. Jadi sutradara buat La Sociale Production (nama produksi kelas gue) bikin gue lebih kenal sama masing-masing anak kelas yang sebelumnya gue nggak begitu deket. Sumpah sampe sekarang masih inget gimana capeknya latihan sampe malem, degdegan gladi kotor, mikirin keluar masuk talent, mikirin flow mic, mikirin properti, mikirin script, inget paniknya waktu Nonny asmanya mendadak kambuh pas latihan, teriak-teriak ke pemain terutama Oday huhu, diskusi ini itu sama Kana, daaaan masih banyak lagi.

7. Titik terberat dalam hidup timbangan
I gained so much weight this year. Ya gimana nggak, makannya aja kalap mulu, ngemil ga berenti plus doyan makan yang manis manis, Semoga 2017 kurus Ya Allah tolong hamba capek dibully punya lengan gede ataupun paha keefsi.

8. I'm beginning to like coffee so much!
Dulu kayak anti banget sama kopi dan se-stuck itu sama earl grey atau english breakfast. Trus gara-gara kebetulan nge-review tempat ngopi enak di Bandung dan nyobain macem-macem kopi mulai dari yang enak, asem banget, pait dan dari latte biasa, cold brew, sampe manual brewed macem v60 dan syphon-- mendadak jadi suka banget minum kopi & can't help to order a latte everywhere i go! 

9. I'm buying myself a Starbucks tumbler after all these months craving for it
Selalu pengeeen banget punya tumbler Starbucks walaupun selalu bothered sama omongan orang-orang yang bilang kalo gak worth it sama sekali. Kayak tiap hari bakal ke sbux aja. Ya nggak juga sih. Tapi kan tiap tanggal 22 bisa dapet 50% off.... trus lucu lucu tumblernya.... trus ya emang kepengen dari dulu... jadi yaaaa. Akhirnya beli secara impulsif pada suatu siang pulang sekolah walaupun langsung dipoyokin Cindy Hani :') gapapa deh yang penting seneng huehehe.

10. Inten. Inten. Inten. Inten lagi.
It's always been a love-hate relationship. Cinta banget sama tempat les yang satu ini, karena gue baru bener-bener belajar materi sekolah dan ngerti di sini. Gurunya asik, seru, trus gampang ngerti. Trus seneng juga karena sistemnya disiplin banget gitu jadi bikin gue nggak terlalu leha-leha belajar. Tapi kadang itu juga sih yang bikin kesel, terlalu strict sama TO at homenya, progressnya, target TO-nya yang bikin gue gak punya waktu leha-leha. Jadi ya... gitu.

11. Bisnis online shop
Jadi beberapa bulan terakhir ini gue bikin online shop yang jualan masker gitu. Sumpah disini gue baru menyadari kalo berbisnis itu sama sekali nggak mudah dan butuh kesabaran ekstra. Mulai dari konflik sama kakak gue gara gara bisnis itu (yang akhirnya solved juga sih dan emang itu salah gue hu), puyeng sama orang-orang yang utang (jangan pernah mau diutangin even sama temen sendiri kalo bisnis!!), ngeorganize pemasukan pengeluaran, mikir gimana caranya dapet customer, dealing sama customer rese yang modusnya pengen beli eh taunya minta diendorse dan gajadi beli.... pffft. Susah banget ya ternyata jualan... ini aja kayaknya gue udah mau menyerah gegara bosen nunggu pembeli :') payah emang.

12. I happened to have an allergic into cold weather
Beberapa minggu terakhir ini gue mendadak punya alergi sama udara dingin. Iya, dikatakan mendadak karena sebelumnya gue tahan banting sama udara dingin, gak pernah gatel-gatel kayak gini. Eh tapi belum jelas juga sih apakah alerginya karena udara dingin atau makanan tertentu. Hehe sotoy ya gue nyimpulin sendiri. One thing for sure: having an allergic sucks.

13. I'm such a lucky bastard this year
Kayaknya taun ini gue lucky banget ikut kuis ini itu (HAHAHA you might think i'm such a cheapo suka ngarepin menang gratisan) di internet dan selalu menang. Mulai dari dapet hadiah hampers make up, beauty stuff, voucher MAP, daaan lain-lain. Bahkan orang-orang aja sampe bilang gue such a lucky bastard. Ehehehe. Semoga 2017 full of good luck aamiin.

14. Happened to be in an on-off (not) relationship for a year
Karena punya banyak banget kesamaan, menyukai banyak hal dan detail yang sama, pemikiran dan pemahaman yang sama, nyambung dan comfort buat ngobrol, dan hal lainnya nggak ngebuat dua orang harus jadian.

15. Fell in ~( i swear it's not) love (because i don't know how to describe it)~ with a stranger at the first sight
There was this moment when i ~mabal sekolah~ and took the only available train in the station, which happened to be destined to Cicalengka. I didn't feel like i want to go home, nor go to school, so i was impulsively buying myself a ticket to anywhere but home. Then i met this man on the train, he was sitting in front of me, and all of i ever thought was he had these addicting brown eyes to look at. Small, sharp, brown eyes. Strong jawline. Pointed cheekbones. This man was generously offering his seat to another lady. Shoot! He caught me staring and he smiled. I blushed, turned my head around trying not too look embarassing, awkward. I remember it was Bon Iver singing his song re:stacks on my earphone that moment. Our eyes met multiple times. I was challenged by myself to stare; damn, it was such a pair of addicting eyes. He was, again, smiling a bit. I kept Bon Iver singing repeatedly on my earphone--just because; if it was a movie, then this would be the perfect song to accompany. We didn't talk to each other at all until he walked out of the train. I was secretly watching him passing by the station from the window. He surprisingly turned back his head and then again, our eyes met each other. That was the first and the last time i saw this man. It's been 10 months since the tragedy but.. it's so weird that i still remember his face perfectly. And guess what crossed my mind every single time i listen to Bon Iver's 're:stacks'? Him.

poem

Desember yang Datang Lagi

7:34 PM

Desember,
kamu sudah pergi,
sudah aku lupakan,
sudah aku ikhlaskan;

lantas dalam rangka apa
percikanmu kembali lagi,
menyapa lagi,
mengirim puisi-puisi tengah malam itu lagi,
menghadirkan kupu itu lagi,
menyanyikan lagu itu lagi
menyandungkan kenangan itu lagi?

Desember,
tak lama lagi
kamu akan pergi
...lagi, kan?


family

letter on saturday night

11:39 PM

Pengen ngakuin sesuatu yang mungkin sounds embarassing, yang tapi menurut feeling gue sih, kayaknya gue bakal legaaaaa banget kalo mau ngakuinnya.


Oke.
1...2...3

Gue kesepian.
....kemudian ada backsound galau.

Iyeeeee seriusan gue kesepian, tapi gaboleh pada ketawa!! Sampah emang.
Kenapa gue malu ngakuinnya.. yaaa.. mungkin karena di jaman sekarang 'kesepian' selalu dikorelasiin sama kejombloan seseorang or stuffs related to relationship. Orang-orang langsung nyangkutin kesepian sama kejombloan. Haha emang orang yang jadian udah pasti ga ngerasa kesepian? (ternyata iya) (ternyata gue doang dulu kek gitu) (fak). Padahal kesepian versi gue di sini bukan kesepian karena gak punya pacar ato apalah itu yang berhubungan sama cinta cintaan. Kesepian gue.. more like coming from my daily activities.

Makin kesini gue jadi ngerti gimana rasanya jadi anak tunggal. Gue inget duluuu pas gue kecil, tiap kali berantem sama kakak-kakak gue, pasti gue suka mikir kepengen jadi anak tunggal aja. Enak, gak berantem sama kakak, gak usah rebut-rebutan channel tv, rebutan ayam yang paling gede, rebutan sepatu, dimanja pula! Walaupun mungkin kakak-kakak gue juga dulu mikirnya 'kenapa gue harus punya adek gak tau malu bin gak tau diri kayak dia?'. Emang bener ya 'you'll miss it when it's gone' tuh.

Kedua kakak gue udah pada gede, udah pada dewasa, lagi mengejar mimpi masing-masing. They are on the way for their dreams. Yang satu lagi sibuk-sibuknya co-ass, jarang pulang gegara jaga malem di rumah sakit, pulang-pulang cuma buat tidur (karena bagi dia sekarang, dapet day-off bener-bener the only chance to get rest. kasian banget dia ye), but i can see that she's enjoying it. That's her passion. She's living her dream.. sekolah kedokteran emang udah jadi mimpi dia banget sejak SMA. Waktu dia kelas 3 SMA, gue masih SD sekitar kelas 5an. Dia yang SMA-nya di Cimahi rela-relain pulang sekolah jam 3-makan di mobil-bimbel di Bandung sampe malem. Mendekati UN malah sampe jam 10an. Gue selalu ikut ibu nganter-jemput dia les. Gue inget dulu pas dia gak keterima di FK unpad, dia galau abis sampe nangis tiap hari, males makan, nangis diem-diem di balkon, lemah, lesu, letih lunglai butuh sangobion pokoknya gak semangat idup. Sampe akhirnya dia nemu jalan lain buat nerusin mimpinya.. walaupun beda uni, bukan unpad. Dia ngejalanin kuliah dan segala tetek-bengeknya dengan sepenuh hati. Glad to see you happy with your choice, Sis. Sekarang dia lagi bingung ingin milih speliasisasi apa.. she said that she really likes obgyn very much, like, it's her passion. But mum doesn't approve. Whatever it's gonna be, gue berharap dan selalu berdoa dia bakal sukses masa depannya, dan ngegratisin gue kalo berobat di dia. Yaiyeslah ya.

Yang kedua juga sama. Sibuk banget. Sibuk seminar (kayak prep skripsi gitu, iya bukan sih? cmiiw), tugas kuliah, liputan, magang di media.. sekalinya pulang ke rumah kerjanya ngebo sampe siang. Tapi kali ini udah dua bulan dia gak pulang, sibuk sibuk dannn sibuk. Sama kayak Mbak Yaya, dia juga passionate banget dengan bidang kuliahnya sekarang. She's a fighter. Dulu waktu SMA dia ditentang banget mau masuk fikom. Orangtua setujunya dia masuk hukum. Tapi dia ga pernah nyerah & selalu bisa mertahanin keinginan dan pendapatnya. Emang udah passion dia sih, makanya dia fight for it banget. Kalo gue bisa gak ya..

Sehari-hari di rumah rasanya sepi banget. Cuma gue berdua sama ibu. Papa cuma pulang pas weekend. Bahkan untuk 3 minggu kedepan beliau pun nggak pulang karena dapet tugas abroad. Kakak gue dua-duanya sibuk. Pulang gak nentu. Gue pengen main lama juga suka mikir dua kali, kasian ibu gue sendiri.

Gini ya, rasanya 'jauh' dari keluarga?
Gue nggak yakin semua orang ngerasain kayak gini atau guenya aja yang terlalu family-oriented. Karena gue dekat banget sama kedua kakak gue.. sedeket itu. Dan sekarang giliran kita 'kepisah' oleh kesibukan masing-masing, di rumah gue jadi nggak punya temen buat curhat gila-gilaan, buat nonton bareng, buat rebutan kulit ayam (haha apaan banget), buat berantem.. Gak kebayang gimana lebih kesepiannya orangtua gue nanti--ditinggal anak-anaknya berkeluarga.

Saking sepinya tiap hari gue tidur bareng mama di kamarnya. Begitu weekend papa pulang, gue 'terpaksa' tidur di atas sendiri di kamar Mba Yaya.. suka mikir & ngerasa kesepian. Seharusnya gue malem ini tidur ngampar bak ikan teri bareng kalian sempit-sempitan. Walaupun kamar di atas ada tiga, kita pasti tidur bareng. Harusnya malem minggu kayak gini (itupun kalo kalian lagi gak malmingan), kita lagi ngerumpi di atas ngetawain hal-hal konyol, baca koleksi komik kita (yang walaupun udah dibaca berkali-kali), nonton film bareng, ato makan malem bareng. Nggak kayak sekarang, nonton, makan, tidur, sendirian. Bingung gue, gaada temen buat ngobrol, ato sekedar iseng ngomentarin film, ngehebohin aktor ganteng yang lagi gue tonton saat itu, ato ngomong betapa-enaknya-pecel-lele-yang-lagi-gue-kunyah itu ke siapa. Kangen "Sya, makan bareng yuk di bawah", atau "Sya temenin pipis" tengah malem. Langka banget momen itu sekarang.

Sekarang kita dipisahin jarak. Dipisahin kesibukan masing-masing. Dipisahin mimpi masing-masing yang lagi kita kejar. Mungkin kalian juga kadang ngerasa kesepian. But hey, nothing worth comes easy, dan mungkin jarak adalah bayarannya. Gue selalu mendoakan & mendukung kalian. Gue sayaaang banget sama kalian dan kalian nggak pernah berhenti bikin gue bangga. Someday we'll be on top together. Yang satu jadi dokter spesialis (mata? kulit? atau mungkin pada akhirnya obgyn? gak tahu), yang satu jadi editor-in-chief majalahnya sendiri (as your wish), yang satu jadi... orang sukses di bidang yang jadi passionnya. I just knew, kesepian gue sekarang pasti gak ada apa-apanya dibanding rasa bangganya gue sama mimpi kalian yang udah tercapai nanti. Because your happiness are also mine.. dan gue tau kita bakal spend time bareng-bareng lagi kayak dulu. Karena sejauh apapun jaraknya, suatu saat pasti kita bakal pulang ke rumah.. dan kita sama-sama tau kalo keluarga adalah rumah kita.


Untuk Mba Ajeng dan Mba Yaya, yang lagi di tengah jalan merealisasikan mimpi masing-masing.

photos

reminiscing #1

8:41 PM








time flies, everyone knew
but we're not stuck.
we're walking
in a different path
in a different road
some of us turned right
some turned left
some climbed
but still; we knew
that we moved on to prepare,
to be on top,
together.