poem

Coney Island–Stillwell Avenue

7:52 PM



and they wondered what lies beneath this

after all these years

right in this Coney Island–Stillwell Avenue

thousands miles away from home

fate brought them back together

why?

music

unrequited love

7:00 PM





Sometimes you find yourself trying to let go of something
But it's like, you have been swimming on the ocean for a very very long time
And you feel like you belong there
You are one with the waves
The warmth of the water
And your body moves in sync with the ocean
And you swim around just trying to stay afloat
Then you get tired and you start to drown
And you swim back to land
When you get there you just feel so heavy because you lost touch with gravity for so long
And you collapse on the beach as you try to find balance again
And then your feet finds gravity
You stand up and you look at the horizon one last time
And you just know that no matter how beautiful the sea was
And how good it made you feel 
It was never yours to keep 
And somedays you'll miss it, you know
And you feel yourself moving with the waves and you dream of diving in
Then you realize your feet was meant for land
And not cut out for the ocean
Maybe you're meant to climb trees, or hike hills, or just run really fast
Letting go is not easy
There's nothing quite like swimming in the ocean
Just like how it's natural for your feet to find gravity
It's natural for you to let go
And find your true purpose in life again
The sea is the sea
And you are just you
I have to let go
But sometimes I find myself waking up at the beach again

--


Yuna; i've been recently listening to her songs lately. But this one--, this one is my favorite. Either the poem and the song were authentically just so brilliant or it's just me feeling so relate to them. It's Yuna's thing to read poem before she starts singing. I love her songs, her poems and her deep thoughts. What's not to love?

japan

They are. And they're not.

9:35 PM




"人間は矛盾でできている。
寂しい。寂しくない。
恋しい。
恋しくない。
People are full of contradictions.
They’re lonely. And then they’re not.
They’re missed.
And then they’re not."
-- tadayoedo shizumazu, saredo naki mo sezu (saezuru tori wa habatakanai) by Yoneda Kou.

source pic: instagram @t.1972

poem

definisi

1:41 AM

definisi antara dia dan Desember adalah taksa.
kabur. ragu. ambigu.
sama-sama denial. sama-sama ingin jauh. sama-sama mengharap jarak. tapi terjebak.


ada bagian dari Desember yang menggeraknya kembali;
setiap tengah malam,
dengan puisi-puisi yang mengandung adiksi.

ada bagian dari Dia yang selalu menanti kepulangan Desember;
menyambut puisi yang ia kira afeksi,
meski pagi harinya Desember tak terlihat lagi.

poem

eyes

3:00 PM



let me tell you a tale about a girl
whose brown eyes he had been wandered for years,
had been tried to hypnotized,
had been falling for.

whose eyes he realized not even once, ever turned around,
from that man on the corner,
whom another girl hold so tight.
that man, again.

those brown eyes used to be not this empty and sad.
and not supposed to be.
though he always around,
yet her eyes
never turned nor fell
into his.
that man, still.

poem

Desember yang Datang Lagi

7:34 PM

Desember,
kamu sudah pergi,
sudah aku lupakan,
sudah aku ikhlaskan;

lantas dalam rangka apa
percikanmu kembali lagi,
menyapa lagi,
mengirim puisi-puisi tengah malam itu lagi,
menghadirkan kupu itu lagi,
menyanyikan lagu itu lagi
menyandungkan kenangan itu lagi?

Desember,
tak lama lagi
kamu akan pergi
...lagi, kan?


poem

-

9:32 PM

Aku bangun dinding pelindung.
Kamu panjat.

Hari itu kamu bawa simfoni.
Keesokannya puisi.
Esoknya lagi bunga.
Lalu kamu bawa hujan.
Kamu bawa bahagia.

Aku suka hujan.
Kamu juga suka.

Aku benci kecoak sialan.
Kamu juga benci.

Aku cinta Interstellar.
Kamu juga sama.

Aku luluh,
Kamu mendingin.

Aku yakin.
Kamu mulai ragu.

Aku tunggu di tepi, bersiap menyambutmu.
Kamu nggak kembali.

Aku tunggu sampai meleleh. Panas. Miserable. Sendirian. Menyedihkan.

-

-

Aku beku kembali.
Kali ini kubuat jembatan yang lebih tinggi, yang bahkan kutambahkan pagar duri. 

poem

dikatakan atau tidak dikatakan, itu tetap cinta

8:07 PM

...

ada banyak sekali jenis cinta di dunia ini
yang jika kita cinta, bukan lantas harus memiliki.

ada banyak sekali jenis suka, kasih, dan sayang di dunia ini
yang jika memang demikian, tidak harus dibawa pulang

egois sekali, kawan, jika tetap kaulakukan
lihatlah, tiada lagi sunset tanpa matahari
tiada lagi indah langit tanpa purnamajuga taman tanpa mawar merekah
ataupun temaram malam tanpa kunang-kunang

ada banyak sekali jenis cinta di dunia ini
yang jika sungguh cinta, kita akan membiarkannya
seperti apa adanya
hanya menyimpan perasaan itu dalam hati

selalu begitu, hingga akhir nanti.



- Tere Liye

poem

-

2:01 AM

Mungkin di hari aku menikahimu kelak,
aku tau matamu bukan lagi berwarna hitam, abu atau coklat tua.
tapi biru ..
karena biru adalah laut dan laut adalah kamu, maka di dalammu aku larungkan semua perasaan yang jahat.
karena biru adalah laut dan laut adalah kamu, maka di tengahnya aku akan berenang.
Dan jika aku tenggelam, aku mohon untuk jangan pernah diselamatkan.

source: ask.fm/zikoji

other

langit

1:28 AM

What do i do when i get bored? I'm stalking.. hahaha. Belakangan suka banget bacain feedsnya ask.fm/zikoji dan naksir berat sama puisi-puisinya! Achingly beautiful banget sih, sampe ga kuat buat ga ngeshare ke orang-orang.

Luna : Kala, kenapa langit senja memerah?
Kala : kamu pernah terluka?
Luna : pernah
Kala : apa warna darahnya?
Luna : merah
Kala : Dulu pagi itu kekasih malam.
Luna : lalu?
Kala : malam berkhianat, jatuh cinta pada eleanor, sang bintang
Luna : lalu?
Kala : pagi balas dendam, bercinta dengan senja
Luna : Lalu apa yang hubungannya dengan langit yang memerah?
Kala : pagi tak pernah benar benar mencintai senja, malam tak pernah meninggalkan eleanor sang bintang, siapa menurutmu yang paling terluka?
Luna : Senja, jadi alat balas dendam yang percuma. 
Kala : kamu tau apa warna darahnya?
Luna dan Kala : Merah

source: ask.fm/zikoji

poem

Zaman

6:40 PM

Zaman ini zaman tipu-tipu

dimana penipu tak seperti dulu
di pinggir jalan pengemis berbaju babu
di gubuknya lantai beralaskan beludru
berhias kemewahan serta mobil terbaru


Zaman ini zaman reformasi
dimana kejujuran langka ditemui
kini penjahat turut berevolusi
berselimut jas mewah lengkap dengan dasi
di atas podium mengumbar janji
beretorika menarik ribuan hati
berkoar ingin perangi kolusi
namun di balik meja mencuri bati
acuhkan rakyat yang mengais sebutir nasi
seakan tak berdosa melakukan korupsi

-

Zaman ini zaman edan
dimana uang rakyat diselundupkan
oleh seonggok daging yang tak punya belas kasihan
kejujuran musnah termakan keserakahan
ketulusan punah tertelan keegoisan
seolah tak ada lagi harapan
bagi para rakyat menuntut keadilan
kini arti kemerdekaan dipertanyakan


copyrighted by Osya Denaya