about me

15!

10:22 PM

And when you're fifteen
Feeling like there's nothing to figure out

CIYE CIYE.

Pamer ceritanya.

Hehe

....

 i'm officially 15 now! :)

Nggak tau kenapa, umur 15 selalu jadi impian aku sejak SD. Bukan 17, tapi 15. Rasanya tuh kayak udah fix jadi remaja aja. Tons of wishes flied by friends&family. I even have no idea how to pay their prayer and respect for me, no lie. Life is just so GOOD. People is just so kind to me, really.. 

What would you think if you find your friends got into your room when you were sleeping and they were like screaming happy birthday with a big present? I just love suprises. And in that case, i would give my biggest thank to Alma, Rasyid, Resal, Hani, Kak Rafi who did it to me. You guys are soooo kind to me! 

My friends and i were having breakfasting together yesterday at my house. It was such a quality time. Inget banget kemarin kita bertujuh jalan kaki dari Cibeber sampai Cangkorah dalam keadaan puasa buat nyari panti asuhan; yang jadi sasaran kita buat do charity. Kita ngandelin 6 bocah TK buat nunjukin dimana letak panti asuhan itu sampai.... kita malah kecantol di puskesmas. Salah kita juga sih coy, ngandelin anak bocah yang bahkan nggak bisa bedain panti asuhan sama puskesmas itu apa :') but that was okay, really. We still found happiness. Selalu senang berada di antara kalian yang udah jadi sahabat aku selama dua tahun ini di SMP. Biggest thank for our quality time, Hasna, Syifa, Chibi, Dikim, Iqbal, Daffa. You guys always made my day :) I will never forget that time when we did our prayer together, when we were eating a bucket of oreo ice cream together, when we were lighting those beautiful fireworks.. wish i still have a chance to repeat all those stuff together with you again, guys :)

Family. Terima kasih untuk pelukan hangat dan untaian doa di waktu sahur. It was the warmest one, sissy. Thank God i've been raised by a little family with love and warm on it. My parents, they probably not as rich or as success like my friends' have, but trust me, you were the one who loved me the most. Dad, you're the coolest, the multitalent father, the greatest person, the smartest father i've ever known. Mungkin Papa emang suka pakai kata-kata sulit kalo lagi ngasih advice, but i do open my dictionary to find out what does it mean lol. Sorry for all the things i shouldn't done to you. I often doesn't like your temperamental nature, but all the words you say to me.. i will always remember it. I know you have a good reasons for every anger. Mum, thanks for all your endless love. I love you, and you can never be replaced. Thanks for sharing bed when Dad isn't home. Thanks for escort me to the toilet every night when i'm scared. Thanks for your love-life advice, thanks for being my personal psychologyst. You are the strongest woman ever.. I wish i can be as strong as you are. Mbak Ajeng, my second sissy, you are my closest person. You are a shoulder to cry on. You are the best partner in crime. You know what, Mbak, I were always wishing to be like you. You are a role-model and never success to inspire me. Kamu orang calon sukses banget Mbak, if only i was you.. But thank God, You chose her to be my sister. Thanks for being my bestfriend and share your bed to me. And the last one would be you, Mbak Tiara. Thanks for being my oh-so-caring-sister. You're gonna be a great doctor, you know. I envy both of my sister. Can't wait to see my brother-in-law, Mbak :) 

Thank God for a great family, for a homey house, for all the love you gave to me, my family and my friends. You know what.. i am feeling so LUCKY. I was surrounded by people who love me with all of their pure hearts.. I was surrounded by funny, loyal and good friends. I was surrounded by family who always loved me. I have a perfect life.. i find happiness on my life. Kebahagiaan bukanlah sesuatu yang diharapkan, tapi diciptakan. And i will create my happy ending.

There will be people who will see me as a good person, and there will be people who will see me as a bad person. People could like me for something, and people could hate me for something else as well.

I will change, becoming a much better person for those who like me, loving me unconditionally. (took those words by klaus rachman)


I will change to be a better person. I'm 15 and i should be mature enough to make good decision in my life. Guide me with your grace, God, because the decision i took made who i am today and tomorrow.

I wish i could be as strong as my Mum.
as smart as my Dad.
as mature as my second sissy.
as humble as my first sissy.
as loyal as my bestfriends.
as kind as everyone does to me.

Thank God for my incredible life, for your grace
Thank God, people is just so kind to me..
Thank God, life is just so good
Thank God, for my 15th birthday

I promise i will be a better person..


and taller.

renungan

loving & moving on

9:22 PM

Cinta.

Mungkin emang hal yang masih tabu buat dibicarakan, apalagi buat ukuran anak SMP kayak aku.

Well, mungkin orang-orang nganggep cinta masa remaja cuma cinta monyet.

Tapi, percaya deh, walaupun mungkin emang ternyata cinta monyet, perasaan yang dirasain orang patah hati (mau cinta monyet ataupun cinta beneran) itu rasanya tetep sama.. mungkin.

Dulu sih, pas SD dunia serasa cuma punya aku dan ibu. Semenjak SD-SMP aja, jadi rada ngenal sama cinta yang baru. Bukan sama ibu, tapi sama cowok. Masih anak bawang soal cinta-cintaaan, penasaran juga ngeliat temen-temen yang udah pada punya pacar. Gimana sih rasanya punya pacar?

Akhirnya, di suatu hari, kerasa juga deh perasaan suka ke cowok. Rasanya tuh, setiap mikirin dia, kayak ada yang geli geli di dalem perut. Mau ngelakuin hal apapun, pasti kebayang aja muka si dia di pikiran. Lagu-lagu roman mulai nggak sekedar dinikmati simfoninya aja, tapi juga liriknya. Tiap dia lewat, pengen kabur aja rasanya, deg degan :)

Saking udiknya aku baru pertama kali ngerasain suka sama cowok, euforianya heboh banget di keluarga. Obrolannya pasti tentang cowok ituuu terus. Tentang gimana baiknya dia, tentang gimana perhatiannya dia yang bersedia minjemin jaketnya pas hujan, tentang bagaimana saltingnya aku tiap ketemu dia, tentang semuanya. Semoga aja ibu nggak ngerasa diselingkuhin sama aku, hehe :D

Rasanya pacaran tuh enak, ya. HP yang dulu dipake cuma sekedar buat main game atau foto fotoan, sekarang ada temen ngobrol 24 jam. Ada yang ngingetin shalat, makan, bilang sayang, bilang i love you lah, muji muji lah. Iya, bahagia banget rasanya disayang orang. Bahagia banget rasanya diperjuangin sama seseorang, dijadiin teman hidupnya, dijadiin pusat perhatiannya.

Tapi beda lagi ceritanya ketika dimana salah satu dari kita mulai mementingkan egonya sendiri. Ingin rasanya sendiri lagi, tanpa pacar lagi, tanpa ada debat setiap hari. Sampai akhirnya, hubungan itu sendiri berakhir dan kita malah menyalahkan cinta.

Semua tweets dan untaian kata-kata galau, sekarang rasanya udah jadi makanan setiap hari. Semua berantakan karena cinta itu sendiri, di pikiranku. Cinta itu menyakitkan lah, nggak adil lah. Mungkin ini ya, maksud yang dikatan semua orang kalau 'berani cinta, harus berani sakit hati'?

Cinta itu menyakitkan, ya.

Cinta itu sakit.

....

Eh, bener nggak sih?

Benar ngga sih aku sakit hati karena cinta?

Apa benar?

Bentar, googling dulu.

Cinta adalah sebuah emosi dari kasih sayang yang kuat dan ketertarikan pribadi. Dalam konteks filosofi cinta merupakan sifat baik yang mewarisi semua kebaikan, perasaan belas kasih dan kasih sayang. Pendapat lainnya, cinta adalah sebuah aksi/kegiatan aktif yang dilakukan manusia terhadap objek lain, berupa pengorbanan diri, empati, perhatian, kasih sayang, membantu, menuruti perkataan, mengikuti, patuh, dan mau melakukan apapun yang diinginkan objek tersebut.   - Wikipedia

Sumpah, aku sampai googling untuk tahu apa definisi cinta itu. Seharusnya cinta itu menyenangkan, bukan? But i have no idea, WHY does all i feel about these are all about pain? I should feel about happiness about love, i should feel the butterflied when everybody does in love. It should be not the pain what i feel about. Dimana salahnya?

Until i came to my final thoughts.

Aku yang menyalah artikan makna cinta. Cinta memang bukan seperti itu, bukan tentang sakit hati. Cinta seharusnya tentang kasih sayang, kan?.Sebenarnya --dan seharusnya bukan cinta yang aku salahkan. I was wrong, i was the one who should be blamed. Myself.

It was not only his faults. There was mine too.

Nggak selalu dia yang salah, yang nggak perhatian, yang nggak sempurna, yang nggak berbuat apa yang seharusnya cowok-cowok lakukan terhadap cewek.

It was not only about him. There was my fault too. Mungkin dia salah, tapi aku JUGA salah. Semua yang aku pikir hanya kesalahannya, sampai aku nggak menyadari kalau ada yang salah juga dalam cara aku mencintai. Katakanlah, terlalu banyak menuntut. Seharusnya aku nggak begitu, kan? Seharusnya aku bisa menerima dia apa adanya. Relationship ngga akan berjalan lancar ketika salah satu dari kita mulai pudar rasa percaya dan perasaannya.

So, what should we have to do after realizing our faults? Do we should go back to him? 

The choice is yours.

Berikan kesempatan bagi mereka yang masih berusaha. Tapi untukku sendiri, the answer would be no. Mungkin terkesan arogan atau jahat, atau bahkan terkesan munafik. Tapi, sometimes we have to let go about what have be done. Apalagi untuk mereka yang nggak sempat mermperjuangkannya, ketika relationship udah di ambang putus. Mereka yang melepaskan kita tanpa ada perjuangan, nggak cukup pantas untuk mendapatkan kita kembali. Galau dan penyesalan itu memang selalu ada, tapi itu nggak berarti kita harus memaksa keberadaan cinta itu kembali. Ada dua alasan kenapa orang datang dalam kehidupan kita. Pertama, untuk jadi teman hidup kita. Yang kedua, untuk dijadikan pelajaran. Biarkan mereka cukup jadi sekadar pelajaran hidup kita, ambil positifnya. Try to not get stuck on him, he's just another lesson. There are still so many lesson we have to learn. Karena cowok nggak cuma satu, dan percaya atau nggak, selalu ada yang lebih baik dari dia. Dan selalu ada yang lebih baik dari diri aku, dari diri kita. So you have to prepare your heart when the time comes for him to find another girl to replace you. So do i, i should have to prepare too. Siap untuk digantikan oleh orang lain, siap untuk merelakan dan mengikhlaskan dia, dan bersiap untuk move on. Yes, we've got to move on. Pantaskan diri kita buat dapat yang lebih baik, dengan memperbaiki diri kita juga.

Why do we need to moving on?

Because there are many peoples that need to be loved

and we just deserve better.

about me

tentang adaptasi, cara belajar & time-managing

11:16 AM

Hai. Nggak kerasa udah masuk bulan September lagi :D
Kegiatan belajar di sekolah udah mulai diberlakukan secara efektif di sekolah, setelah sekian lama libur panjang (yang kao dihitung-hitung sih udah 1,5 bulan-an). Jam belajar skolah ditambah 40 menit mulai setiap harinya, ditambah ekskul setiap sabtu. Memang kontras banget keadaannya kalau dibandingkan masa-masa SD. Tiap pulang sekolah, sampai rumah, nonton Si Unyil, lalu tidur siang. Boro-boro pulang siang, hampir setiap hari aku sampai rumah ketika sore. Malah nggak jarang sampai pulang sekolah bertepatan dengan adzan maghrib. Bulan 1-2 di kelas 7 aku emang sempat tumbang di awal. Berusaha berontak, menolak sistem yang ada, merengek minta mama pindah sekolah. Tapi yah.. mau gimana lagi? Berat ringannya emang harus dijalanin, nggak bisa dihindarin. Mama berusaha banget buat aku betah dengan sistem yang ada. Mulai dari fasilitasin komputer, printer, laptop, buku penunjang, mama sediain khusus buatku. Stres karena PR, malas sekolah, nggak mood ketemu guru dan belajar fisika, ada aja alesan ke Mama. Banyak alesan yang ngebuatku males buat pergi ke sekolah. PRku banyak, tugas macam-macam, kerja kelompok, nggak sreg sama gurunya, ada teman yang nggak aku suka, dsb. Beruntungnya Mama bukan orang yang perfeksionis sampai menuntutku buat dapat nilai bagus di sekolah. Bahkan Mama nggak pernah memaksaku untuk pergi ke sekolah atau mengerjakan PR. Jujur saja aku yang dari kecil diperlakukan cuek sama mama sempat iri sama orangtua temanku yang lain, sampai aku nanya ke mama kenapa dia kayak begitu. Jawabannya itu-itu saja; "karena kamu yang sekolah, kamu yang ngejalanin, kamu dong yang merasakan; merasakan bagaimana ketika malu ditegur guru karena jarang masuk sekolah, peer ketinggalan, dan dapat nilai jelek di rapor karena nggak pernah menyelesaikan tugas. biar rasa tanggung jawab keluar sendirinya. mau nggak sekolah? silahkan aja. kan kamu yang nggak enak karena ketinggalan pelajaran begitu masuk sekolah, kebingungan, ngejar ketertinggalan itu sendirian. Tapi Mama tidak membebaskan sepenuhnya. Kalau ada ulangan atau pengambilan nilai, mama selalu mewajibkanmu untuk datang, kan. mama tidak cuek, kok."

Tiap ngerasa stres, izin sekolah, Mama malah ngajak jalan-jalan, makan siang di luar, sharing, curhat tentang keadaan di sekolah, beli buku pelajaran, dan jadi teman ngerjain PR. Aku yang tumbang banget ternyata mampu juga ngejar semua ketertinggalan itu. Memang harus dibawa santai, aku pun nggak begitu waswas ketika ada tugas atau musim ulangan. Nggak belajar mati-matian, dilarang main, dilarang baca komik, atau semacamnya. Kalau aku sih mungkin punya cara belajar tersendiri, ya. Aku selalu mendengarkan penjelasan guru di depan kelas, cerewet bertanya berkali-kali sampai aku mengerti, lalu dipahami. Setelah itu, di rumah nggak perlu belajar lagi. Nggak tahu juga sih ya, belajar mati-matian/keras malah ngebuatku tegang. Justru yang santai itu yang ngebuatku enjoy buat belajar di sekolah. Ada sebagian orang yang mengira aku nggak serius dan main-main aja, nggak peduli belajar, nggak peduli nilai, bahkan bilang 'kayaknya aku nggak pernah lihat kamu belajar deh'. Nggak perlu ditargetkan harus dapat nilai tinggi, asal nggak remedial aja, udah cukup. Setelah adaptasi yang cukup lama inilah yang akhirnya berhasil buatku ada di 3rd rank kelas. Jadi ya intinya, segala sesuatu lebih baik dibawa santai, nggak perlu serius dan jangan punya target yang terlalu tinggi. Tapi jangan dibawa terlalu santai, nanti malah keteteran :D

Setelah vakum dari les kumon juga, akhirnya aku ngejar ketertinggalan dan terobsesi supaya cepat jadi completer, biar nggak puyeng tiap hari berkutat dengan lembaran PR. Belum lagi les piano yang makan waktu buat practice. Satu hal yang butuh aku pelajarin banget kali ini; time-managing! So lucky i got Izzati's post about time-managing, which it helps me so much!

Have any of you learn how to manage your time?

When life becomes difficult, so many things to do, yet so little time, there’s nothing to worry about if you know how to manage your time.

When I joined Latihan Kepemimpinan Siswa or in Student Leadership Training at school back home, the seniors taught us the skill of Time Managing. It is important for a leader to manage their time well and how to make everything well-balanced, since to be a leader means to have more responsibilities, more people to listen to, and more circumstances to conduct.

I found the prominence of time and its value each day. Because to be honest, since I entered high school, I became The Busy Girl. No offense. I had a quite tough after-school schedule, I had so many activities to juggle, I wanted to do many things and I struggled so hard to keep everything balanced. Sometimes I squirmed and asked God why wouldn’t he made one day lasted longer, or add one more day to the week. Then I realized; I did so many things but what I didn’t do is introspect much about the reason for the plight between myself and time—or my time managing skill. I could possibly do everything I wanted to do, I just needed to cope with my doings.

This is what my senior taught me about Time Management when I participated in Student Leadership Training at high school:

TIME MANAGEMENT

  • Management: The process of dealing with or controlling things or people; the use of resources effectively and efficiently
  • Time management: The use of time effectively and efficiently.
  1. Planning
  2. Organizing
  3. Directing
  4. Controlling
  • Remember the purpose of “managing time”; we don’t literally manage the time, but the doings that we do in one time.
  • Do things according to the goal.

STEPS

  1. Goal
  2. Flexibility
  3. Priority (80% effect is the result of 20% cause)

    High priority
    : Cannot be represented, cannot be rescheduled, will cause a bad impact if it’s not done, the opportunity to do so is very rare (tidak dapat diwakilkan, tidak dapat dijadwal ulang, akan berdampak buruk jika tidak dilakukan, kesempatan untuk melakukannya sangat langka.)
  4. Focus. Reduce all the things/activities which do not support the relevant ones. (Reduksi semua kegiatan yang tidak mendukung hal yang bersangkutan)
  5. Balance. (Keseimbangan; Semua yang tidak seimbang itu tidak baik.)
  6. Assertive (to self); having or showing a confident and forceful personality. The courage to do, to act, or to reject, understanding our “portion”. (Berani untuk berbuat atau menolak, memahami porsi diri.)
  7. DO IT NOW! The more the things you hold and wait, the more they will haunt you and make your time seems shorter and shorter. (Lakukan sekarang! Apa yang kau tunda akan menggumpakan kekuatan untuk memburumu tanpa ampun.)

My seniors are amazing.

Whenever I see this note, it looks so simple and easy, I feel like I could’ve easily mastered this “skill”.

But the question now: Can I easily apply them to my daily-life as well?

Think about it.

When you are studying Math, there are times when you can easily catch on the method; the formula; the symbols and the number; you know how to solve an equation. But when it comes to a life problem that requires you to apply your Math knowledge, does it seem as easy as it look?

How do you do it then?

How do I do it?

My answer: I ought to grasp the idea.

The main purpose of the method, the goal of the formula, how it works, what they represent in real life.

I should know my priority, and do what becomes my priority first, and also to know the consequences if I don’t do so.

I then slowly try to manage my time. I sort all of my doings and decide the ones that become my priority. If I have two things that have the same level of importance, I list all my pros and cons, what would happen if I do this instead of another. I’m amazed of the idea, of how our days could be easier and I could feel such accomplishment if I manage my time well enough. Especially here in America, the most important thing to do here is to make the most out of my year; which means I cannot waste time. Every moment has to be worth it and beneficial; every opportunity has to be grasped and has to be lived in.

credits: theladybug.tumblr.com - Sri Izzati.


renungan

11:10 AM

"Bahwa hidup harus mengerti .. pengertian yang indah. Karena hidup harus memahami.. pemahaman yang benar. Tak peduli lewat apa penerimaan, pengertian, dan pemahaman itu datang. Tak masalah meski lewat kejadian yang sedih dan menyakitkan. tak ada yang perlu disesali dan ditakuti. Biar dia jatuh sebagaimana mestinya. Biarkan angin merengkuhnya, membawanya pergi entah kemana. Dan kami akan mengerti, kami akan memahami.. dan kami akan menerima." -- Daun Yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin

other

.....what's beautiful?

5:09 PM

Let's be honest, we all (girls) want to be called 'beautiful', right? :3
Rasanya kalo udah dipuji sama kata 'cantik' itu bahagia banget deh, at least, otot pipi kita naik menghasilkan sebuah senyuman di bibir :)
Semua kata pujian itu... entah 'cantik', 'imut', 'manis', 'lucu', emang bagaikan mantra pembangkit semangat setiap cewek. Ajaib banget ya!

Walau pada kenyataannya sih aku masih nemuin ada yang saling ejek-ejekan (diem-diem) antarcewek tentang wajahnya si A cantik, tapi wajahnya B nggak. Dalem hati sih aku ikut panas dengernya. Tau kenapa? Karena semua perempuan itu cantik.

Cantik yang aku maksud bukan tentang rupanya ya, itu sama sekali hal dangkal. Kata lainnya, itu cuma outer sidenya aja. Aku baru tau apa arti cantik itu yang sebenarnya ketika aku mengerti, kecantikan sama sekali bukan tentang rupa wajah seseorang.

Ketika kita merasa ngga percaya diri, sadar deh. Orang nggak hanya melihat outer side. Bisa dilihat dari cara orang itu bicara, sopan santunnya, kepribadiannya, cara berpikirnya, rasa empatinya. Orang yang punya wajah cantik tapi ngga memiliki etika itu nol besar, ya gak?

Every girls are deserved to be called 'beautiful'. Jangan minder terhadap diri sendiri, syukuri aja. Toh, cantik itu ngga sekedar 'good-looking', kan? Jangan pernah pura-pura jadi orang lain, just be yourself! You're all beautiful, dear every girls :)


Who says, who says you're not perfect
Who says you're not worth it
Who says you're the only one that's hurting
Trust me that's the price of beauty
Who says you're not pretty
Who says you're not beautiful, who says?

about me

miss you, my family :/

5:42 PM

Aaaaa sebalnya hari ini =( tadi malem aku mimpi buruk. Dua mimpi buruk sekaligus! Maruk banget =w=
Aku mimpi hari kiamat, dan mimpi dikejar-kejar monster kayak di film "Rec", tapi di mimpi tersebut aku adalah manusia satu-satunya yang belum terkena virus. Bangun-bangunnya, aku langsung keringat dingin dan ketakutan sendiri. Asli, mimpinya serem banget. Baru kali ini aku mimpi seseram itu.

Uwaaa ga kerasa, ya, udah akhir bulan Juli lagi. Seminggu lagi aku ulangtahun yang ke-12, mama nawar mau dirayain atau enggak. Aku bilangnya sih, nggak usah, sebagai gantinya mau dihadiahin buku Harry Potter atau nggak Album baru SHINee yang Lucifer, karena aku lagi nabung buat belinya. Sehari 5-10 ribu, huuu miskin banget diriku =w=
Aku nggak ngerasa aku udah 12 tahun, aku ngerasa di kelas 5 dan di kelas 6 banyak hal-hal yang berubah. Aku ngalamin macem-macem hal, pertengkaran antarteman tentunya. Aku jarang curhat ke mama, aku seringnya curhat ke Mba Ajeng. Mba Ajeng emang bener-bener calon psikolog banget deeeh. Dibanding Mba Yaya, Mama pun bilang kalo tingkah Mba Ajeng lebih dewasa dan matang daripada Mba Yaya. Terbiasa berada di antara 2 kakak yang emang udah besar dan dewasa, udah pasti Mama nganggep aku udah 'cukup besar'. Mama ingin aku supaya aku bukan jadi anak yang manja--ngerengek untuk dibeliin sesuatu--, lari dari permasalahan, dan ... harus tau mana yang benar dan mana yang salah. Aku pernah nangis dan ngerasa bener-bener salha ke mama, waktu tiu aku masih tk. Aku pernah kesel dan nangis, trus mukul perut mama. Mamanya kesakitan, keliatannya bener-bener menderita. Aku jadi ikut nangis.

Jadi kangen papa.. udah lama nggak ketemu papa.Kalo pulang, papa pasti ngajak aku tanding catur, meskipun akunya kadang males dan putus asa, papa selalu ngedukung aku. Jadi inget waktu aku masih disana, aku selalu ditinggal sama mama-papa buat tugas. Sendiriii aja. Hanya ada 2 bibi. Jadinya kerjaanku nulis, bikin cerpen, main komputer, baca buku. Mau main? Temen-temen rumahnya jauh banget satu-sama lain. Mau kesana-kemari juga nggak ada hiburan. Makanya pas aku sebelum pindah kesini aku ngerasa papa bener-bener manjain aku. Tiap minggu nganterin aku ke minimarket beli jajanan langsung segunung (habis dibilang terserah mau beli apa aja, hanya dikasih dompetnya doang, sampe mbak-mbaknya ngerasa aku pencuri dompet =w=), trus ditumpuk di kamar (makanya pas disana aku gendut banget, hehe), beliin pulsa tiap minggu, setiap ke tokbuk beliin aku buku. Seneng banget.

Kebiasaanku dari dulu yang nggak pernah hilang sampai sekarang adalah, aku suka takut kalo ada tangan deket-deket leherku. Geli. Bahkan, walaupun nggak ada yang emgang pun kerasa geli sendiri. Mba Ajeng sama Mba Yaya bilang jangan sampai kebiasaan, ntar masa aku belajar sambil ketawa-ketawa sendiri megang leher? Kan malu tuh.

Nginget-nginget masa lalu, aku suka keinget Mbah. Mbak Kakung udah tua sekarang, Mbah kena stroke 10 tahun. Kasian ya. Waktu aku kelas 1, Mbah masih sehat. Mbah masih bisa jalan dengan kruk-nya. Mbah rajin salat. Mbah sayang aku. Mbah suka meluk aku. Mbah masih bisa ngomong wkatu itu, untuk ngingetin Mba Ajeng yang lagi keasyikan make telepon. Aku inget, aku pernah pura-pura tidur pas mama mau pulang di kasur Mbah. Tapi, aku malah ketiduran. Kasian, deh, Mbah jadi ngegeser sedikit supaya aku tidur. Akhirnya aku kebangun malem-malem, ngedenger suara kucing bertengkar. Akunya taut. Mbah nenangin aku. Aku kangen Mbah, Mbah yang sehat. Sampai sekarang aku masih sayang mbah, walaupun beliau udah sangat-sangat rapuh, sudah hampir nggak bisa ngomong, udah nggak bisa jalan, aku masih sayaaang banget sama Mbah. Bahkan, waktu aku masuk ke ruangan ICU mbah dirawat, aku langsung nangis terus-terusan.

Mengenai Mbah Puteri, aku nggak begitu tahu Mbah Puteri. Karena Mbah Putri udah meninggal pas umur aku 3 tahun, tapi aku yakin Mbah pasti sayang sama aku =D. Aku sayang sama Mbah, jadi setiap ngeliat kakek ato nenek-nenek suka keinget Mbah.

Mba Ajeng, aku paling deket sama Mbak Ajeng. Mba Ajeng calon psikolog beneran deh, membanggakan banget XD tapi kadanag dia suka ngerasa mama pilih kasih gara-gara Mbak Ajeng setiap beli barang, baju, ato sepatu pake uang tabungannya sendiri. Mbak Ajeng emang paling mandiri banget. Mbak Ajeng juga jago ngomong dan lumayan pinter, dia selalu negjawab pertanyaan-pertanyaan aku tentang pengetahuan umum. Katanya sih, dia pengen jadi psikolog ato nggak jadi jaksa. Mbak Ajeng adalah kakak yang apliiing baik :D aku beruntung banget. Setiap aku punya masalah, Mbak Ajeng ngasih jalan keluar yang bagus.
Mba Yaya sih, bener-bener bestfriend aku kalo ngomongin Korea. Mbak Yaya, kalo aku punya maslaah, Mbak Yaya suka nenangin aku =D Mba Yaya itu jenius banget deh. Aku sama Mbak Yya sleisih umurnya 6 tahun, tapi kita deket, trus suka 'berulah', ngelakuin hal-hal geje. Syaangnya, Mbak Yaya itu orangnya cepet putus asa. Mbak Yaya udah kuliah, aku masih SD. Mbak Yaya nikah aku baru SMA DX biar ntar kalo udah gede, aku ngebantu Mbak Yaya jadi dokter XD

Seneng deh punya kakak perempuan. Karena di rumah hanya berempat (aku+Mbak Yaya,+Mbak Ajeng+ Mama) dan perempuan semua, kita ribut di rumah. Apalagi kalo aku sama 2 mbak yang gila itu ngumpul trus ngobrol-ngobrol, rame deh. Belum lagi Mba Ajeng yang suka ngelucu. Kita bertiga deket banget, kalo lagi sleep-over alias begadang di kamar Mbak Yaya, pasti ribut dan rame banget. Kita bertiga suka ngoleksi macem-macem barang. Komik? Ga usah ditanya. Wuaaah bertumpuk banget deh selemari

6 tahun ngoleksi, banyak yang ilang tuh =w=
Aku udah baca semua bukunya, dan menanti buku Harry Potter yang paling besar, supaya aku nggak kehabisan bacaan.

Hmm 1 lagi, aku sebel kalo dirumah, trus bertengkar sama salah stau diantara mereka. Mereka suka bilang, "Dasar anak tetangga!", dari dulu, bahkan mama sama papa bilang, "Sya, kamu kok engga mirip papa sama mama?"
trus Mba Ajeng bilang, "Iya, dia kan anak tetangga, pas di rumah sakit ketuker. Makanya dia nggak mirip mama sama papa."
Aku selalu dibilang gitu sejak kecil banget, sampai sekarang, sampai aku udah kelas 6. Aku tau mereka bercanda, tapi mereka selalu bialng gitu, akunya juga jadi takut. Aku emang ga mirip sama mama ato papa, campuran dari mereka. aku selalu nanya golongan darahku apa, A atau O? Mama sama Papa bilangnya "AB". Huh XP

Mengenai post ini, ga tau deh kok bisa nulisnya D: numpahin semua yang ada di pikiran aku, nggak ada kerjaan.

about me

internet

11:27 PM

Aku pertama kali nyentuh internet pas kelas 3, kelas 3 SD. Main game dress-up makeover di funcroder . Masih belum tau internet. Habis itu buka-buka Google, nyari-nyari tentang semua kesukaan aku. Misalnya, artis. Aku inget banget suka nyari foto-fotonya Dakota Fanning di Google, trus Dakota Blue Richards, trus anime Meitantei Conan. Aku ngeliat forum hxh. Hanya aku belum tau forum, jadi hanya numpang di cb doang. Aku sering banget nyari-nyari tentang Hunter x Hunter, ahahaha.

Habis itu, pas ke Jawa, aku dibuatin e-mail sama sepupu aku. E-mailnya tuh masih yang lama banget, ahaha. Ketawa ngeliatnya. Jadi aku bikin e-mail lewat yahoo, trus passwordnya pake nama merek komputer. Akhirnya, begitu dibuka lagi aku lupa passwordnya. Balik lagi deh ke warnet.

Sementara di forum HxH itu, aku masih numpang chat doang. Abis itu aku mulai ngeforum pas kelas 4 di manaaa gitu. Seneng banget deh. Tapi aku sadar kalo aku sering ngeforum jadi males bersosialisasi dengan dunia 'nyata'. Pas negforum, aku belom tau gimana caranya make avatar sama signature. Akhirnya aku makin coba-coba ke photobucket, eh bisa ternyata. Waktu aku 'demam' sama internet, aku lagi freak banget sama forum. Dari jam 3 sore sampai jam 6 pagi nonstop main internet.

Mata aku langsung min drastis. gara-gara ketiduran kecapekan main internet, aku sampai digendong ke kamar. Bangun jam 3 sore. Untungnya hari Minggu. Lalu aku coba-coba buat multiply + blogspot. Bener-bener deh. Ga ada puasnya main internet. Bikin account social network kayak multiply sampe banyak temen, trus y!m-an sama orang ga dikenal, jadi sahabat maya.

Habis itu pas kelas 5, aku join aptx. Forum yang lama itu sepi sih. Males kesana. Begitu kelas 5, udah mulai berkurang sih ke-freakannya dengan internet. Sekarang daripada main game, aku lebih suka nyoba sesuatu yang baru. Aku suka internet dari dulu. Aku pernah buat forum *walaupun ga jadi, karena gagal terus*, gagal. Aku coba terus.

Aku buat Tumblr sampai sekarang postnya 301, trus aku buat blogspot. Aku edit seluruh HTML-nya (yang aku BENER-BENER LUPA GIMANA CARA AKU TAU CARA NGEDITNYA). Trus kadang aku browsing tentang javascript dan lain-lain. Aku pengen jadi masterweb muda, ihihi. Aku ngubah nama blogspot.com di belakang zsksydny jadi co.nr
jadi zsksydny.co.nr
aku pengen buat yang www.zsksydny.com bener pengen.

23.53 WIB,
zsksydny

happy

lucky me?

2:01 PM

Wuahahaha debu! Udah lama ga aku buka ini blog. Akhir-akhir ini aku emang lagi males buat ngeblog. Bahkan walau ada ide. Tapi, akhirnya aku punya mood lagi buat nulis di blog ini. Aku ga mau jadi terlantar kayak tumblr. Kangen juga sama tumblr.

Aku mau cerita nih. Tanggal 19 Mei kemarin, aku lomba catur se-cimahi antar SD kelas 5. Waah deg-degan deh. Letak lombanya, sih, ada di SD Cipageran Mandiri berapaaa gitu. Pas pemanasannya, aku lawan Sandra dari St. Maria. GILA SUSAHNYA. Kalah deh. Untung masih pemanasan. Trus aku lawan Ashifa, ga tau dari SD mana. Jago juga. Aku udah agak kejebak tuh, tapi untung tiba-tiba semua pesertaya disuruh maju kedepan. Fiuhhh ... hahaha :)

Tapi ternyata, para pecatur putri -kira kira 12 orang- disuruh keluar. Ternyata para pecatur pra dulu yang main. Ok aku nunggu bareng Pa Adi di luar. Lama juga. Ngeliat kemampuan pecatur yang lain, jujur aku ngerasa minder. Tapi aku inget kata Pa Adi, kemenangan itu berasal dari 2 faktor. Yaitu keberuntungan, atau kita berusaha. Jadi, kalo kita berusaha tapi ga ada keberuntungan yaaa ... (anda bisa ngelanjutin sendiri :) )

Tapi, ternyata aku memiliki sedikit keburuntungan. Karena di babak pertama, aku menang. Satu lawan ada dua permainan. Babak pertama, aku ngelawan Sonia dari SD ... ga tau lah. Pas babak pertama, setelah sekian lama main, dia nge-skak aku. Tapi dia juga lupa kalo dia ke-skak. Ya, aku makan deh rajanya. Permainan kedua, dia aku skak, tapi dia malah pindah ke tempat yang bisa di-skak juga. Aku makan lagi deh.

Rasanya beruntung banget, lawanku punya kemampuan yang sama denganku. Dan ... pas babak kedua, aku lawan Ashifa. She's terrific! Babak pertama, dia menang. Babak kedua, aku menang. Babak ketiga, harus ada penentuan. Pasukanku tinggal satu, hanya raja. Pasukan dia tinggal 3. Raja, benteng, peluncur. Jadi aku kabur-kaburan aja di-skak terus. Dan ... oke, aku kalah. Aku juara 4.

Aku bener-bener kecewa. Aku hampir --eh, bukan. Aku udah ngeluarin air mata pas keluar dari ruangan. Tapi aku berbalik, jadi ga keliatan Pa Adi. Huhuhu, aku kalah! Padahal, kata Pa Adi aku bisa juara 3.

Aku pulang jam 2.30. Aku kesel! Tapi, aku harus bersyukur. Karena dengan adanya sedikit keberuntungan, aku bisa jadi juara 4. Coba, misalnya aku lawan Sandra, si anak St. Maria itu, mungkin aku udah kalah di babak pertama :)

lorem ipsum

Lorem Ipsum

8:27 PM

“Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam, quis nostrud exercitation ullamco laboris nisi ut aliquip ex ea commodo consequat. Duis aute irure dolor in reprehenderit in voluptate velit esse cillum dolore eu fugiat nulla pariatur. Excepteur sint occaecat cupidatat non proident, sunt in culpa qui officia deserunt mollit anim id est laborum.”

“Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque laudantium, totam rem aperiam, eaque ipsa quae ab illo inventore veritatis et quasi architecto beatae vitae dicta sunt explicabo. Nemo enim ipsam voluptatem quia voluptas sit aspernatur aut odit aut fugit, sed quia consequuntur magni dolores eos qui ratione voluptatem sequi nesciunt. Neque porro quisquam est, qui dolorem ipsum quia dolor sit amet, consectetur, adipisci velit, sed quia non numquam eius modi tempora incidunt ut labore et dolore magnam aliquam quaerat voluptatem. Ut enim ad minima veniam, quis nostrum exercitationem ullam corporis suscipit laboriosam, nisi ut aliquid ex ea commodi consequatur? Quis autem vel eum iure reprehenderit qui in ea voluptate velit esse quam nihil molestiae consequatur, vel illum qui dolorem eum fugiat quo voluptas nulla pariatur?”

“But I must explain to you how all this mistaken idea of denouncing pleasure and praising pain was born and I will give you a complete account of the system, and expound the actual teachings of the great explorer of the truth, the master-builder of human happiness. No one rejects, dislikes, or avoids pleasure itself, because it is pleasure, but because those who do not know how to pursue pleasure rationally encounter consequences that are extremely painful. Nor again is there anyone who loves or pursues or desires to obtain pain of itself, because it is pain, but because occasionally circumstances occur in which toil and pain can procure him some great pleasure. To take a trivial example, which of us ever undertakes laborious physical exercise, except to obtain some advantage from it? But who has any right to find fault with a man who chooses to enjoy a pleasure that has no annoying consequences, or one who avoids a pain that produces no resultant pleasure?”

“At vero eos et accusamus et iusto odio dignissimos ducimus qui blanditiis praesentium voluptatum deleniti atque corrupti quos dolores et quas molestias excepturi sint occaecati cupiditate non provident, similique sunt in culpa qui officia deserunt mollitia animi, id est laborum et dolorum fuga. Et harum quidem rerum facilis est et expedita distinctio. Nam libero tempore, cum soluta nobis est eligendi optio cumque nihil impedit quo minus id quod maxime placeat facere possimus, omnis voluptas assumenda est, omnis dolor repellendus. Temporibus autem quibusdam et aut officiis debitis aut rerum necessitatibus saepe eveniet ut et voluptates repudiandae sint et molestiae non recusandae. Itaque earum rerum hic tenetur a sapiente delectus, ut aut reiciendis voluptatibus maiores alias consequatur aut perferendis doloribus asperiores repellat.”

“On the other hand, we denounce with righteous indignation and dislike men who are so beguiled and demoralized by the charms of pleasure of the moment, so blinded by desire, that they cannot foresee the pain and trouble that are bound to ensue; and equal blame belongs to those who fail in their duty through weakness of will, which is the same as saying through shrinking from toil and pain. These cases are perfectly simple and easy to distinguish. In a free hour, when our power of choice is untrammelled and when nothing prevents our being able to do what we like best, every pleasure is to be welcomed and every pain avoided. But in certain circumstances and owing to the claims of duty or the obligations of business it will frequently occur that pleasures have to be repudiated and annoyances accepted. The wise man therefore always holds in these matters to this principle of selection: he rejects pleasures to secure other greater pleasures, or else he endures pains to avoid worse pains.”