random

sometimes you just gotta dance it out

12:01 AM

beberapa minggu terakhir ini gue ngerasa gloomy abis with all these stuffs going on; proposal skripsi, entry data tiap hari, the baking responsibilities (yes gue jadi jalanin le maudre by the way), overthinking about how this pandemic affects my whole plan and possible career in the future, also the feaaarrrr and the anxiety of getting older in two fucking days...  i just fucking hate birthdays. except for the presents (yang sebenernya jarang gue dapet juga sih? my family & i rarely celebrate birthdays). i just never had a thing with birthday. 

i sleep at 2am and wake up at 10am everyday. so not me. so not motivated. gue bener bener butuh diri gue yang selalu bangun pagi di kosan trus ke perpusat, ngerjain apa yang bisa gue cicil se-early mungkin dari submission date atau simply baca buku / pretending baca buku, denger lagu, me-time. instead, gue malah procrastinating.

however, this time, this time.. I'M REALLY DONEEE ngerasa unenergized, penat dan exhausted mikirin dan ngejalanin hari-hari gue dengan gak happy! i need no more dullness in my life. my life is too precious for living such a lazy, unmotivated life like that. gue mau seneng, gue mau ngerasa alive, gue mau bebas, gue mau LEPAAAS, gue mau ke pantai, gue mau teriak sampe serak!

gue tau gue ga bisa ngelakuin 2 hal yang terakhir itu di situasi kayak gini. tapi lo tau ga sih, kalo ternyata refreshing your playlist and dancing to your favorite, happy songs turn out bisa bikin gue just as happy, i mean GENUINELY HAPPY that your body and energy filled by these pure enjoyment??? 

gila, ternyata udah selama itu gue ga ngerasa genuinely happy kayak gini! my skill in dancing is questionable, but i danced for 2 hours long in my bedroom (with my door locked) happily, sooooo lively, excitedly!!! i remember the moment i danced this happy was when i fell in love with a boy in high school and when the last exam in the 5th semester ended (which was, if i'm not mistaken, haptun), under the influence :))

gosh, what did i do with my life?

I SHOULD'VE LIVED MY LIFE LIKE THIS THE ENTIRE TIME! being so energized and alive and excited. don't get me wrong; emang gak rasional kalo gue memaksa diri gue untuk merasa selalu happy. tapi di saat gue emang lagi happy, harusnya gue bener-bener relish the feeling of being truly and genuinely happy! kayaknya gue terlalu banyak melewatkan momen-momen bahagia gue for granted (?), lewat begitu aja. lagian momen-momen bahagia di hidup gue yang deserve to be danced out harusnya gak cuma pas gue lagi jatuh cinta atau ujian beres aja gak sih? i should've dance my life out! 

anyway. sejujurnya gue gak tau arah pembicaraan gue kemana sih. terlebih gue ngetik ini sambil sibuk goyang di kursi plus nyanyi Mixtape 2003-nya The Academic,. perhaps i'm just trying to say: when you're feeling dull and exhausted and your life gets messy.. sometimes you just gotta dance it out.

p.s: this playlist contains my go-to songs to dance (awkwardly). it helped me. maybe it could help you too

so today

le maudré

9:48 PM



hobi baru gue, baking, membuat gue berkeinginan buat ngebisnisis kue-kue buatan gue biar bisa dicicipin orang. gue excited banget! meskipun sejujurnya, ketimbang bikin kuenya, right at this moment gue lebih excited ngebangun brandnya. udah lama banget nggak pegang photoshop... kangen. photoshop & i have always been in a love-hate relationship. gue benci banget pernah jadi budak desain, tapi di saat yang sama gue cinta banget ngoprek-ngoprek elemen gambar, font, dan warna, hingga jadi kesatuan yang menurut gue oke diliat. i could spend hours religiously in front of my laptop, ignoring lunch and dinner, sampe materi virtual itu udah cukup memuaskan (buat gue). anyway, sejujurnya gue nggak tahu apakah dagangan gue ini akan berjalan sebagaimana mestinya atau engga... nggak tau juga apakah bahkan akan start atau ngga... nggak tau juga inti dari post ini apa... mungkin sebenernya gue cuma mau curhat aja kalo gue baru sadar, gue kangen berkutat dengan photoshop! gue selalu suka ngutak-ngatik elemen visual. gambar di atas adalah pilihan-pilihan avatar yang gue buat buat le maudré, merek yang akan gue pakai buat barang dagangan gue. gue sebenernya tau gambar yang mau gue pake, tapi gue seneng aja ngecollage-innya karena ternyata visually pleasing (buat gue). anyway, apa arti la maudre? it might sounds french (for the "le"), but it's actually not. maudré doesn't have any meaning. i just love its name. it reminds me of madré, bahasa Spanyol-nya ibu, tapi gue lebih suka pronunciation "mow-dre". pronunciation maudré juga sama dengan "modre" dalam bahasa Slovenia yang berarti "biru". do you think i should really start the business? ada nggak ya yang mau nyicipin kue buatan gue? 

photos

cooking cooking!

8:22 PM

selama quarantine ini, gue perhatiin orang-orang jadi punya hobi baru. kalo lo selama di rumah aja ngapain sih? yang paling sering gue lihat dari instagram sih, orang-orang mendadak hobi olahraga (paling sering sih gue liat ngikutin challengenya chloe ting), berkebun, sama masak. hmmm.. di antara tiga itu, gue latah cobain semuanya :)))) hoho

berkebun? check! gue udah panen stroberi, sawi, kangkung, trus sekarang lagi nunggu timun ama tomat berbuah. anyway, gue ngerasa sawi dan kangkung dari kebun gue (yang sebenernya balkon sih bukan kebun), jauh lebih fresh dan enak ketimbang beli di mang sayur. sumpah, rasanya beda banget! tiap gue bantu mama nyiram tanaman dan merhatiin progres tiap-tiap tanaman, rasanya sayaaang banget. selalu mikir kayak, "wow, kamu tuh beneran makhluk hidup ya." hehe 

olahraga? check! gue aja masih menganggap gue tertarik olahraga tuh sebuah mukjizat. i've never been sporty, apalagi sejak masuk SMA yang santai banget lari aja bisa cule, sembunyi di semak-semak deket UKS sampe kabur ke kantin. gue cukup tertampar sih waktu dokter gue bilang nyeri dada yang lumayan sering gue alamin tiba-tiba (dan bikin parno) tuh major reasonnya karena gue jarang olahraga. as soon as the exam was over, gue langsung beli yoga mat dan mulai workout program. hmmm mari kita lihat sampe kapan gue akan konsisten olahraga :-) (((padahal sore ini aja skip))))

masak? check! orang-orang sekitar gue pasti tau banget kalo gue sukaaa banget makan (enak) dan demen banget ngomentarin makanan. akhirnya, selama quarantine (dan gabut post-UAS) ini, gue juga memulai karir baru di dunia kuliner selain jadi tukang kritik, yakni mulai bereksperimen juga dalam masak-memasak. ternyata beli bahan makanan sendiri, masak sarapan-makan siang-makan malem sendiri, sampe coba bikin kue sendiri tuh asik dan memberi efek terapeutik bagi gue. 

karena gue songong dan overproud dan ini platform gue, gue mau share mahakarya-mahakarya tangan emas gue dalam dunia kuliner selama quarantine.


Earl Grey Yogurt Cake


gue gak boong.... rasanya enak banget....
by the way foto yang di bawah ini first attempt dan agak fail in terms of taste dan texture! karena gak puas, gue akhirnya coba bikin lagi dengan takaran yang udah gue sesuain dengan rasa & tekstur yang gue inginkan.


Cae Sal
my cae sal looks so colorful that it reminds me of summer.
ya sebenenrya kaga ada unsur masaknya sih di sini. cuma masuk-masukin sayur & dressing doang, voila
(minus crouton)


Lavender Pudding with Edible Flower
sori ga nemu foto unfilterednya




Cauliflower Rice Bokkeumbap


Tacooooooo




Another Earl Grey Cake, yang ini berhasil dan enaaaa banget


sandwich-segala-dimasukin
p.s: canned food sucks




Another salad
not sure about what this salad really is. gue pakenya balsamic vinaigrette dressing kesukaan gue, tapi kakak gue maksain masukin truffle mayo & french dressing. au ah. yang penting enak.


ngapain lagi ya enaknya?

so today

little-ature turns 10

2:36 PM

this year, this blog celebrate its 10th anniversary. agak surprised gimana akhirnya gue end up konsisten nulis di platform ini (meskipun kadang gue maki maki karena ga develop) setelah berkali-kali ganti sejak pertama kali gue blogging di kelas empat sd. mulai dari blogger, wordpress, tumblr, sampe blogger lagi karena sakit hati ngejar tumblarity (there used to be this thing called 'tumblarity' which determine how popular you are on tumblr based on ur post frequency, likes, and share, which then resulted in a vicious popularity contest). turns out i wasn't happy with the existence of tumblarity, karena jatohnya gue jadi 'maksain' nulis, bukan nulis apa yang gue suka dan apa yang ingin gue tulis. then i decided to close my account. now the tumblarity has gone, gue udah terlanjur sayang ninggalin 'jejak' gue di sini. technically, blog ini udah jadi saksi mata gue growing up dari gue umur 11 sampe gue umur 21, dari gue masih pre-teen sampe gue udah legally considered as adult, dari gue bau matahari pulang sekolah naik angkot, upgrade ke bau rexona teen, sampe bau fifth avenue elizabeth arden, dari doyan sepedaan dan momotoran keliling kompleks sampe akhirnya gue bisa nyetir sendiri sampe jawa. dari gue experiencing first love di smp, first major heartbreak di sma sampe gue skeptis sama konsep exclusive relationship yang deliberating di kuliah. some things changed. some things didn't.

nggak jarang gue malu sama diri gue sendiri kalo liat archived post dari 2010. some things i wrote are cringe worthy, yes. tapi gimanapun betapa alaynya gue jaman dulu, those old posts make me feel like some part of me have never changed. dari tulisan-tulisan dulu, gue melihat di diri gue sekarang, masih ada bagian dari diri gue 10 tahun lalu. tulisan-tulisan gue dulu juga mengingatkan gue ke momen-momen kecil yang baru sadar pernah gue alamin waktu gue baca lagi. bisa jadi apa yang gue tulis sekarang tentang perasaan-perasaan gue, pengalaman yang gue laluin, hidup gue, jadi bahan refleksi diri gue di umur 30 (dan seterusnya), jadi bahan ketawaan gue sambil mikir "gila alay banget gue 10/20/30 taon lalu!" (if this such thing still exist). jadi bahan cerita gue ke anak-anak gue juga mungkin? my life are filled with precious moments, experiences and stories which i hope i could eternalized through my writings here. tulisan-tulisan gue di tahun 2014 mungkin alay mampus karena major heartbreak yang gue alamin. hence, my feelings were valid. dan lagi, gue nulis juga untuk diri gue sendiri. (((kalo ada yang baca terus cringe, maklumin aja ya)))

dear, blog. i said my old posts remind me of how a part of me has never changed. but the way i figured it out, the change itself actually isn't really something that we need to be afraid of. it's not a bad thing either. change is an undeniable process of life. my dreams have changed a lot compared to what i've dreamed of 10 years--even 2 years ago (and it might change too in a few years, months or even minutes, and that's ok!). my perspective about the concept of friendship has changed. the way i see things in life have also changed. i begin to see myself as a working progress, thus i accept myself for changing. lagian hidup emang ga bisa berjalan dengan konstan, nggak sih?

speaking of change, i just made a huge change to you too, blog. to celebrate your 10th birthday, not only i created you a brand new (and simpler) banner, i also bought you a dotcom! woohoo! after all these years.. thank you for growing up with me, for commemorating all the changes and the transitions in my life, and many more things that will come along the way.

random

current feelings

12:45 AM

startin' to miss seeing my friends, college, waking up early to go to library (gosh i miss perpusat sooo much), makanan kutek yang ga ada gizinya, kangen latihan prapid.... (iya praper engga). kangen nugas di sbux kelapa dua setelah makan soto di sebelahnya. kangen naik krl! kangen ke gondangdia cuma buat makan gudeg --satu-satunya gudeg jogja yang acceptable dan wuenak (iya harus gitu ngomongnya, karena SEENAK ITU) di lidah gue. kangen es kopi susu keluarga. kangen ayam goreng mas agus... kangen ngejelajah kantin fakultas lain. kangen keliling-keliling ui. kangen kehidupan normal.


di satu sisi, kangen banget sama rutinitas sehari-hari gue sebelum situasi quarantine ini. pengen banget cepet berakhir. as this situation brings so much uncertainty in my life & my future, especially during this last year of college.. tapi di satu sisi lain, gue ngerasa 'nggak siap' juga ngehadapin gimana caranya adaptasi dan bounce back ke kehidupan nyata.

:-(

family

current situation

11:13 PM

gue sedih menerima fakta kalo gue sekarang sangatlah illiterate. ga kayak dulu, sekarang gue ngerasa sulit banget untuk nulis sesuatu, even the smallest random things. kalo liat archived gue dari jaman 2010, hal gak penting sekalipun kayaknya bisa lancar aja gue tulis. kemampuan baca gue jauh berdegradasi. books used to be the things i easily consumed back then, novel bisa beberapa jam kelar gue baca. now... i haven't even finished my Aristotle & Dante Discover the Secret of the Universe i bought last year. so... pardon my writing, will you?

anyway, it's been 2 weeks since i've had my classes from home due to this pandemic virus.



this covid-19 pandemic situation sucks, indeed. perkuliahan jarak jauh bikin situasi kadang jauh lebih capek dibanding kelas biasanya. tugas gue jadi lebih banyak, ujian lebih kecot dan traumatis, kelas online yang ga kondusif (beberapa mata kuliah gue bahkan semacam abandoned oleh dosen), bikin mata gue pusing juga most of time of the day mantengin laptop. ah, not to mention prapid & prapid just got cancelled. sedih banget gaada memori mooting di semester 6. meskipun dulu (waktu kuliah tatap muka) capek tiap hari pulang malem gara-gara latihan prapid praper, jujur gue enjoy banget jalaninnya. nggak cuma dari segi akademis, gue juga dibikin parno tiap hari karena situasi ini. selalu ngerasa kotor lah, pusing dikit parno, batuk dikit degdegan.

things have changed a lot.

but it wasn't all bad though, if we try to look the other way.

situasi class from home bikin gue ga harus catokan tiap hari. nor wearing any make ups. nor even wearing a bra. i no longer spend too much time deciding what should i wear to class that day; karena toh ga ada yang liat juga lewat zoom. i could wear my buluk t-shirt and boxer every single day. makan masakan mama tiap hari; bukannya warteg deket kosan gue yang menunya itu-itu aja (dan gue yang milihnya itu-itu aja). get to spend time with my baby nephew. gue juga jadi punya aktivitas baru. gardening has become my morning routine for this past couple of weeks. hmmm technically, gue cuma bantuin (baca: disuruh) metikin / panen aja sih hehe. did i ever mention that my mom loves gardening? mama telaten banget soal ngurus kebunnya. it's not exactly a garden though, karena letaknya justru di balcony. so far, gue udah panen sawi, bayam, sama kangkung. kalo gak karena gue tiap hari di rumah dan disuruh ngurus kebun, kayaknya gue ga bakal tau bentuk ketiga jenis sayur itu sebelum dimasak gimana muahahaha.

things have changed too in my family.

to be frank, i couldn't recall when was the last time my family gathers on weekdays. ada di rumah bareng mba ajeng, mba yaya, dan papa sehari-hari di rumah somehow feels a lil bit strange... yet it feels so warm. like those good ol days; childhood days. udah lama ga ngalamin berantem rebutan ayam mana yang lebih besar atau paling banyak kulitnya, nyusun plan snack apa yang kita buka hari ini-besok-lusa, rebutan siapa yang tidur sama boba, saling nungguin biar bisa makan siang bareng, kumpul deketan dan ngobrol di ruang tv meskipun kadang masing-masing juga concern sama buku/gadget/aktivitas masing-masing. well, i must say being able to be home with my family is the most luxurious thing i obtained from this covid-19 situation.

reminiscing

a lil update on life

1:12 AM

ada sesuatu yang bikin gue ngerasa ada di rumah tiap kali nulis di blog. nggak peduli betapa gue yang sekarang sangatlah illiterate (funny how it contradicts my blog title; little-ature) dan ngalamin kesulitan untuk mulai nulis. perhaps it's because i don't need to prove anything to anyone when i write here. or maybe, it's because this blog has witnessed my personal growth ever since 9 years ago. anyway, listening to bon iver's songs while blogging is a little thing i grateful so much in life. 

an update: on life

oke. pertama, gue juga nggak ngerti kenapa hasrat gue untuk nulis selalu dateng ketika gue seharusnya lagi belajar buat uas. finals are coming in a couple days, y'all. i'll finally end this fucking semester in 10 days. to sum up my first half year of 2019; i'd say that life has completely defeated me. i got my first ever mental breakdown this semester. never have i ever feel so weak and vulnerable in my life until it hits me; beaten me up like shit. i went through several sleepless nights full of tears not knowing exactly the reason of why i'm crying. fakta bahwa gue kesulitan memetakan alasan mayor di balik kesedihan itu justru bikin gue makin stress. til i had to accept (atau mungkin memaksa menerima) that it's not always have to be a major reason i had to look for. mungkin hal-hal kecil yang jadi beban pikiran dan tekanan gue yang berakumulasi jadi satu; is simply the reason behind why. i tend to isolate myself from people on those hard days. i always feel so tired i felt like a dead man walking. begitu sampe kamar, gue bisa cuma rebahan sampe tengah malam, lalu nangis, diam, nangis lagi, capek, nangis lagi sampai pagi, ketiduran, bangun, kuliah, pulang, rebahan, and siklusnya keulang lagi. the cycle went for a few days until i realized; ini nggak sehat. i need to seek for help. decided to text my mom on midnight "i am so tired, i'm stressed out. i'll tell you why, but i think i might have to turn my phone off for a couple days, seeking for a lil peace within myself first, don't worry". but you know, when you say 'don't worry, yang ada orang yang nerima pesannya malah cenderung worry. apa yang terjadi selanjutnya adalah mama dan mba ajeng made a lot of phone calls lewat telepon kosan. i felt really bad about it, but i can't help to admit that there's something wrong with me too. gue nggak pernah merasa sefragile ini, selemah ini dan sehampa ini. i also told (lebih ke rant sebetulnya. 4am rants!) one of my bestfriend regarding this situation. sulit buat gue berani menceritakan perasaan gue ke orang lain dan ke keluarga gue tentang hal ini. gue bahkan hanya me-forward notes hp isi curahan hati--kestressan dan makian tanpa sensor gue-- just because; gue nggak bisa ceritain itu selayaknya gue harus cerita ke keluarga gue. apa yang gue rasain ga akan sampai sepenuhnya tanpa kata-kata inappropriate di dalamnya. and i felt so fucking relieved. satu hal yang gue pelajari dari momen ini; mungkin sebenarnya apa yang gue butuhkan adalah berbagi... gue sadar betapa jarangnya gue menyalurkan emosi gue dan memperlihatkan sisi fragile gue ke orang lain. the response i got was very unexpected, yet very relieving.

gue: *forwards notes*
gue: i can't accept any advice right now
mama: iya mama ngerti. mama percaya kamu akan bisa ngelewatin ini semua. pasti capek kalo igin marah keluarin semuanya sekarng, nangis sebanyak-banyaknya. mama nggak akan ngash ceramah apa-apa, tapi kalo kamu ngerasa butuh bantuan, kamu boleh ngomong sama mama, mba ajeng, atau bantuan profesional sekalipun. dengan kamu sadar sendiri kalo kamu stres, itu jauh lebih baik daripada nggak sadar sama sekali. ini bukti kalo kamu masih berusaha untuk ngatasin masalah yang lagi kamu hadapin. nggak mudah memang, tapi semuanya bisa lebih cepat ditangani kalo kamu mencari bantuan dari orang yang tepat. emosi yang kamu luapin melalui tulisan di notes bisa jadi salah satu cara untuk membuat pikiran lebih tenang. nangis sebanyak-banyaknya, tulis sebanyak-banyaknya. kalo perlu marah, nggak ada salahnya untuk ngomong kasar. toh itu notes yang tulis sebagai bentuk luapan emosi. tuangin semua kata-kata yang ada di pikiran tanpa sensor sedikitpun. kalo memang lewat tulisan belup cukup, osya nggak mau cerita ke amma, mba ajeng, atau ke teman sekalipun, kamu boleh minta bantuan konseling. ini salah satu cara yang mama bisa kasih sebagai tanda mama percaya sama kamu dan dukung kamu untuk ngelewatin masalah yang lagi kamu hadapin. kapanpun osya mau dan butuh, osya boleh minta bantuin ini kapan aja

i swear i got the best mother in the world.

 a few days after felt so.. bland? i'm not sure what's the right word to describe the days after. yang jelas, perasaan gue jauh lebih baik dan gue mulai bisa coping dan berdamai dengan keadaan gue saat itu; jadi gue memutuskan untuk nggak jadi mencari jadwal sesi konseling.

sekarang?
i feel pretty normal; both physically and mentally. ever since my first ever mental break down, i learn something very important. mungkin klise; but it is really okay to feel not okay. kita manusia yang punya emosi; bukan hal yang salah untuk meluapkan atau nunjukkin ekspresi itu. it is okay to feel sad and/or stressed, as long as we know how to cope and deal with it. but when we don't, it's okay to seek for help.

well, i guess we are both strong and fragile creatures, aren't we?

family

little one

11:06 PM

lately, i find so much joy by looking at tiny babies. the newborns. the world really does have a weird sense of humor, doesn't it? i remember how i used to hate babies and kids. i even thought newborns are weird as they, sometimes, look like aliens. but now, i really do hope someday i'll be given the opportunity to have one. even though some part of myself are scared and wondered if i would ever be ready or capable to be a good parent, i know for sure that i want to raise a kid (or kids) someday. anyway, here comes the big news. big huge. mba yaya is pregnant. i am (way too) happy to hear that when she brought the news. geez, my sister is soon to become a mom! entah untuk yang keberapa kali gue bilang 'rasanya baru kemaren..' and reminisce things my sister(s) & i used to do back then when we were kids. dear niece/nephew, i'll cherish you as i'll cherish my own kids in the future. i love you already. dear little one, i really, really, can't wait to see you soon

so today

random

7:08 PM

it's raining outside and here i am; stuck in the library among the other people.

have i ever told you that library is my favorite place?

i love to spend my free times here. guess this is the only place where you can walk around, eat, and just sit and relax alone without feeling weird. kenapa sih masih ada orang yang nganggep spend some time sendiri tuh aneh? for me it's liberating. lega banget rasanya.

life has been pretty much normal. mulai ada kesibukan, tugas, dan kegiatan-kegiatan lainnya. sejujurnya gue agak menyesal kenapa gue memutuskan ambil kuliah jamber semester ini. tadinya gue berharap senin gue suci. kalo senin gue suci, gue punya waktu 3 hari buat ngabisin weekend di rumah.

by the way, mba yaya left us this morning. tadi pagi gue, mba ajeng dan mama bareng-bareng nganterin mba yaya ke airport setelah dari kemarin keliling-keliling wisata kuliner di jakarta. mama bener-bener pengen manjain mba yaya sebelum dia pergi ke pontianak. jalan-jalan kesana, kesini, makan ini makan itu dijabanin. tapi yang pasti, dari kemarin kita ngabisin waktu bareng dan berkualitas. kita cerita banyak, ngobrol banyak, more hugs.. more tears.

mata gue sampe sembab banget tadi pagi. dipikir-pikir, dari kecil, kita emang ga pernah tinggal bareng untuk waktu yang lama. trus sekarang masing-masing anggota keluarga gue hidup kepisah-pisah. gue di depok, mama di bandung, mba ajeng di slipi, papa di cikini, dan mba yaya sekarang di pontianak.

akhir akhir ini pikiran gue nggak tenang. gue kepikiran mama terus yang mulai sekarang sendiri di bandung. meskipun ada art, gue tetep khawatir. puncaknya kemarin waktu gue di bandung abis pulang malem, gue ngeliat pager rumah kebuka dan ga dikunci gembok, pintu rumah juga cuma kekunci satu kali. harusnya itu tugas art gue buat mati-matiin lampu dan kunci rumah begitu udah malem. entah kenapa gue agak kalut waktu itu negur art gue dengan nada tinggi. bukan simply karena dia lalai, tapi karena gue tau untuk beberapa tahun ke depan, cuma dia yang bisa jagain mama sehari-hari selama gue nggak ada di rumah. dan dia nggak hati-hati.

gue juga jadi mikir kemana mana. kenapa gue harus kuliah di sini, jauh dari keluarga yang butuhin gue? kenapa gue ga kuliah di bandung aja?

huffff

family

she's leaving (2)

9:58 PM

lalu kita pelukan untuk waktu yang lama.

"osya mau tidur sama mba yaya."

"iya..."

...

gue sadar ketika kakak gue menikah, dia akan 'terlepas' dari keluarga dan memulai jalan hidup baru di keluarga yang baru; keluarga kecilnya bersama suami & anak-anaknya nanti.

gue sadar suatu saat dia akan meninggalkan rumah.

tapi gue nggak pernah benar-benar tau rasanya sampai hari ini.

i never had this kind of feeling & sadness before. as i'm writing this, i burst into tears.

it felt worse than a heartbreak.

family

she's leaving

9:48 PM

siang kemarin gue sampai ke rumah dari perjalanan jakarta-bandung.


i was expecting to spend this week just staying at home, doing nothing, yang penting bareng keluarga gue. selama liburan kemarin, gue selalu jadi 'milik' orang lain.

begitu masuk rumah & salam, gue rebahan di sofa depan tv. damai. lega. rumah!

...sampai mba yaya bilang, "osya, minggu depan mba yaya pindah."

"pindah kemana?"

"ke pontianak."

"hah? hahaha jangan boong ah! bercanda kan?"

"engga..."

"don't you dare lie to my face! ga mungkin. mba yaya bercanda kan?"

"..."

"demi apa..."

and then my mum came and said, "sya, minggu depan mba yaya pindah. satu minggu ini kita bareng-bareng & seneng-seneng terus ya, kita jalan-jalan."

and then i cried.

we cried.

...

so today

#2 things to be happy: museum-strolling and the other things between

12:32 AM

One of the perks of having a blog is; kita bisa nge-rewind waktu dan keinget lagi sama hal-hal detail dari sebuah kejadian yang kita ceritain.

Nah jadi gue habis ngescroll postan lama gue dan bacain satu-satu dengan berujung ketawa-ketawa sendiri karena... fak gue alay banget!!! HAHAHAHA. Makin jauh gue ngescroll muka gue makin cringe bacanya :(


me after reading my old posts
(tapi udah gitu laptopnya diambil lagi)


Tadi gue nemuin post ini dan nyariin mana part 2-nya. Turns out gue emang nggak pernah ngelanjutin series postan ini. Daaan kebetulan karena gue ngerasa bahagia banget hari iniii, i intended to make another one! Yuhu.


Hari ini hari sabtu dan gue lagi nggak ada kegiatan apapun di FH. Mau balik ke bandung pun ga punya duit tanggung banget, soalnya besok ada acara juga. Jadiii siang tadi gue memutuskan buat pergi keluar daripada ngebusuk marathon film di kosan (sumpah gue kayanya gaada kerjaan lain banget selama ini karena tiap ada libur tuh dipakenya cuma buat males-malesan doang). Tadinya gue pengen ikut #PiknikinJakarta -nya @picnichild, tapi ternyata minggu ini mereka kayaknya nggak ngadain. Btw, #PiknikinJakarta adalah sebuah program piknik di daerah sekitar Jakarta (jalan kaki), dimana kita bisa bayar semau kita. Uang yang kita bayar itu nantinya bakal didonasiin untuk edukasi piknik anak kurang mampu. Beberapa waktu lalu mereka berhasil ngajak adik-adik pra sejahtera buat ke Kidzania! Destinasi #PiknikinJakarta pun menurut gue menarik. Kalo diliat di postannya, rutenya ada yang ke Kuntsring, ke Chinatown (Petak 9 bukan sih?), Menteng, Cikini, dll. Destinasinya ada yang ke museum, ke pasar baru, makan street food legendaris, dll. Honestly, these kind of places are so much more exciting to me daripada ke mall. Gue se-excited itu pengen cobain ikut #PiknikinJakarta, tapiii berhubung ternyata hari ini nggak ada, akhirnya gue mutusin buat pergi sendiri ke Kota Tua. Tujuan gue adalah ngunjungin Museum Sejarah Jakarta dan Museum Wayang.

Off we gooo!

Gue berangkat dari Stasiun UP dan turun di Stasiun Jakarta Kota. Di sepanjang perjalanan, gue duduk di seberang bapak-bapak yang lagi mangku anak perempuannya yang masih kecil. Dia manjaiiin banget anaknya (bukan manjain as in spoiling her), bisik-bisik ke anaknya (kayaknya sesuatu yang lucu gitu) sampe anaknya yang polos ketawa puas banget, trus anaknya doyan nyolekin muka bapaknya kalo dia ketiduran, trus ketawa lagi. Nggak tau kenapa gue seneng banget liatnyaa.. dan ingetnya pun bikin hati gue warm banget sampe sekarang. That girl is so lucky though, not everyone has any precious memories like that.

Second thing that made me happy today; ada sekumpulan bocah di gerbong gue yang polos dan excited banget liat monas dari jendela! I'm not good with kids, tapi gue seneng ngeliat kepolosan anak-anak dan reaksi-reaksi pricelessnya. Enak banget ya jadi anak kecil? Even things such as monas, airplane, or new toys could amaze them. It's funny to think how we, grown ups, (most of the times) are no longer getting amazed by things, but by labels. Ngeliat kepolosan mereka getting excited over monas tuh semacam mengingatkan gue bahwa: happiness used to be such an easy thing to find.



Gue sampe Stasiun Jakarta Kota kira-kira jam 1 siang dan PANASNYA GILA. Tapiii gue seneng banget karena di jalan menuju museum gue nemu abang-abang jualan es krim durian dan bandros... (HUHUHU kangen bandros banget sumpeh) so i stopped by dan ganyem dulu sebelum masuk museum!! Hehe. Beres ngemil, gue lanjut ke Museum Sejarah Jakarta. Terharu banget karena gak cuma murah tapi juga terawat banget dan bersih. Ruangan dan koleksinya banyak. Another thing that makes me happy; tadi di museum gue ngeliat kakek-nenek lagi nge-date dan mereka gemes bangettt... making jokes & laughing into each others dan terlihat sangat sangat menikmati momen.



The next stop was Museum Wayang. Menurut gue museum ini less attractive daripada Museum Sejarah Jakarta. Ada beberapa ruangan yang cahayanya kurang banget, trus sirkulasinya aneh gitu. Di sini gue paling suka liat wayang si kancil, miniatur Si Unyil dan boneka-boneka dari luar negeri (WKWKW SORI).








Keluar dari Museum Wayang gue gapunya tujuan lagi, udah capek dan haus juga. Tadinya mo langsung ngadem gitu di coffee shop deket situ, eh terussss gue ngelewatin sebuah tenda yang ternyata adalah pop-up free library! Tempatnya biasa aja sebenernya, cuma tenda biasa, ada kursi, dan ada rak buku di sudutnya. Bukunya nggak banyak, kebanyakan buku seputar sejarah Jakarta. Sejujurnya nggak ada yang spesial dari tempatnya; tapi gue senenggg banget tau ada orang yang berintensi buat bikin perpustakaan kecil gratis, tempat siapa aja bisa baca buku, di tempat kayak gini. Di situ ada kakek-kakek sama abang-abang lagi baca buku juga. Gue nyempetin dulu baca satu buku; Antologi Puisi Dani.




Tempat terakhir yang gue singgahi adalah Warung Umak. Kenapa gue kesini? Karena ada tulisannya di luar kalo dia jual pempek, dan gue kebetulan banget udah lama gak makan pempek. Hehe. Jadiii gue mengakhiri perjalanan gue dengan makan pempek, ngopi, dan duduk duduk gabut kecapean di sini. Btw pas gue kesini, golden hournya cantik banget dan nembus ke sebagian dalem ruangan (yang jadi alesan kenapa gue duduk di pojok sebelah jendela situ).


And then i went home, happily :)

Things to be happy today? Banyak. Gue puas akan tindakan impulsif gue pergi ke Kota Tua sendiri, rewarding myself some me-time. Gue agak nggak paham kenapa banyak orang nganggep jalan-jalan sendiri tuh aneh. Menurut gue, kadang jalan-jalan sendiri bisa bikin kita berkontemplasi dan lebih ngenalin diri kita sendiri. Gue juga bisa lebih merhatiin hal-hal kecil yang mungkin sering luput ketika gue lagi bareng orang lain. Or prolly it just simply feeds my introverted soul.

Perhaps another city-strolling won't be that much longer! :)

random

current doings

5:17 PM

don't know what to do at the moment. writing about my current favs instead.

1. The End of the F***ing World

Ini gapenting, but before it was hype, gue nonton dari hari pertama premiere di Netflix! Bukan karena trailernya yang emang 'ngundang' orang-orang buat nonton film ini, tapi karena ada Alex Lawther! Gue obsessed sama Alex Lawther ever since dia main jadi Alan Turing kecil di The Imitation Game (aka my fav movieeee all time setelah Interstellar).

young alan turing and christopher

His british accent on The Imitation Game kinda turned me on though... and it didn't change at all on this series! It's quite hard to describe him. He's creepy, cold, weird, and pretty... and handsome. Let's just say him pretty handsome shall we (because why not both)? As for Alyssa, she and her selfish traits kinda annoyed me! Tapi kalo gak selfish, impulsif dan kompleks, it wouldn't make her character as bold as she is right now. Hal lain yang gue suka dari film ini selain cast dan characternya adalah plotnya yang cukup unik, dan sinematografinya yang aesthetically pleasing! There's sort of vintage vibes in the movie that quite reminds me of Tarantino's movies.


However, TEOTFW would be a nice try for your easy sunday movie, though.

Another tv series yang lagi gue tonton: Black Mirror, Dear White People, Freaks and Geeks, dan How to Get Away with the Murderer.

2. Currently watching several TV Shows

Akhirnya ga US Masterchef dan America's Next Top Model lagi, haha. Gue suka banget nonton The Amazing Race, Beauty and the Geek, Little Big Shots (dan baru tau ada versi Indo-nya juga tapi ga lucu samsek), Child Genius, dan Unique Sweets (yayaya makanan lagi). Favorit gue so far adalah The Amazing Race S28 yang versi internet celebrity. ADUH SUKA BANGET SAMA ZACH-RACHEL SAMA BRODIE-KURT SAMA TYLER-KOREY. The Amazing Race tuh sangat sangat seru karena greget aja nontonin mereka nyelesain challenge sambil traveling ke berbagai belahan dunia. Experience local, new things. Gue selama ini cuma tau Zach King dari vine dan instagram dia aja, jadi suka banget semenjak tau real personalitynya lewat series ini. Btw, di episode keberapa gitu gue lupa, mereka terbang ke Bali dan dapet challenge bikin bakso. Cole LaBrant bikin semangkok dan nyobain, trus katanya ga enak banget... trus gue kesel sendiri karena dia salah malah masukin kecap plus saos plus sambel superbanyak (literally masukin semua bahan yang dia liat). Sedihnya lagi di episode ini Zach-Rachel kalah dan harus keluar.


Semenjak rajin nonton tv shows ini, cita-cita gue adalah ikutan The Amazing Race.

...
Next. Beauty and the Geek. TV shows Australia ini udah lama sebenernyaaa. Dulu gue nonton di TV tapi ga selesai. Jujur sebenernya gue ga suka-suka banget sama tv show ini karena somehow begitu offending dan menggeneralisasi beauty as smart dan nerd as ugly. Acara ini juga drama banget kayak The Bachelor. Tapi gue seneng aja ngeliat makeover nerds-nya yang asalnya culun (gatau beneran culun atau dibuat penampilannya seperti itu. kayaknya sih... sengaja) jadi ganteng. One person that amazed me was Gilbert, dari B&G season 3. In case you're wondering, coba deh liat di youtube. This TV show is not my fav, tapi boleh lah kalo lagi bosen dan butuh nonton sesuatu yang light.

Ada kesamaan di antara Little Big Shots dan Child Genius, yaitu nunjukin anak-anak kecil yang hebat. Little Big Shots bikin gue kagum sama anak-anak kecil yang talented abis, jokesnya Steve Harvey lucu, dan yaah.. entertaining. Meanwhile nonton Child Genius bikin gue ikut stres ngeliat bocah bocah yang born as a genius berkompetisi satu sama lain, dicekokin pelajaran dan dipaksa aiming highest scores as if it's the only thing that matters. Tapi ya bikin gue kagum (sekaligus ngerasa debu) juga nontonnya.

Another tv show yang gue suka banget nontonnya adalah Unique Sweets & Guilty Pleasures . SOOO PLEASING & MOUTH-WATERING NONTONNYA. And it's funny how the hosts are so dramatic and hilarious while describing the foods.

Last but not least gue lagi suka nonton The Story of God-nya Morgan Freeman. Bisa ditonton di National Geographic, basically acara ini nunjukin perjalanannya Morgan Freeman keliling dunia buat belajar berbagai agama dan nyari eksistensi Tuhan. So insightful.

3. I created a Youtube channel

Impulsivity. Isinya cuma video iseng yang gue buat dan playlist sih. Tapi boleh laah mampir trus like atau subscribe? Type my name, okkk. Or simply click this link.

4. I'm beginning to run again

Back then in junior high school, terutama kelas 9, gue sukaaa banget lari dan olah raga di rumah. Seminggu bisa beberapa kali. School made me do it sih sebenernya. Di SMP gue selalu ada ujian lari dan kalo ga lulus batas waktu minimal bakal disuruh remedial (dan lari ulang, sigh) jadi mau ga mau harus latihan lari. Lama kelamaan jadi rutin. Tapi begitu masuk SMA dan PE-nya nggak begitu 'serius' gitu, itungannya gue ga pernah olah raga selama SMA wkwkw yang ada malah mabal atau cule lari bareng sama Ami. On this holiday semester, i'm forcing my body to run and do sports again. Sedih banget badan gue langsung sakit sakittt huhu karena sejarang itu olah raga. Tapi gapapa for the healthier me!!! (major reason-nya sih sebenernya karena baju-baju gue udah sempit dan pada gak muat.... hehehehe. Bye.).

RUN FORREST RUN




so today

may

7:09 PM

/// M A Y ///

May might be my favorite month in the past 5 months since 2017 started. May is full of surprises, graces and butterflies. The fact that i officially graduated from high school in May makes me happy. Apalagi gue udah berada di posisi yang safe karena udah dapet kuliah. Alhamdulillahirabbilalamin. God is always good. I just graduated two days agooo, peeps!!! FINALLY FINALLY FINALLY BYE HIGH SCHOOL. I used to hate you but i'm relief that our relationship ended with nice ending and good memories ;-p

Rutinitas gue di bulan ini adalah belajar di inten setiap hari, dari pagi sampe sore. I happened to meet the same people everyday. Semangat SBMPTN ya temen-temen :) anyway, i'm so happy that i got a chance to met this one guy i admire here. We're more like acquaintance, though we chatted once and follow each other's social media. Our relatives know each other. I've always been look after him all this year since he was a cute, decent, charming, calm and truly smart guy. But nah i guess i'm gonna keep it as a casual feeling, eventhough he's one of the reason why'd i come to inten everyday. HAHA. ups.

I got a new cameraaa!!! Holy holy holy holy fudge finally after all this time begging with blood sweat and tears. I made a deal with my mum that if i got accepted to college through SNMPTN, she should give me a proper reward for my three years effort in school. Dan alhamdulillah kamera idaman udah di tangan. I'm loving it everyday and looking forward to have a great feeds :') #millennials.

Prom is coming in another couple of weeks. I got my dress already :) and i love it into bits since the dress is so much look alike with Hermione's dress on the Yule Ball... omgomgomg i even plan to do my hair just like her. Except of course, no Viktor Krum on my version.

First gathering fakultas. Yang ini agak agak lil bit frightening sih.. i'm always excited yet nervous tiap kali masuk lingkungan baru. Bismillah bismillah bismillah.

So much more is going to come in another two weeks left of May. Can't wait to see what's coming, though :)

film

Things Make Me Happy Today

8:05 PM

I'm in a good mood. I even got butterflied when i started to write this. I don't know, it's just weird that i'm so happy without any particular reason. Well, life is always weird. But i guess i can list some of it out.

1. Oh Wonder is releasing their new songs (and album, soon!)



I'm beyond excited when i knew they're going to release new album this year. And yeah, their songs never failed. They're beautiful. Have you listened it? Anthony even sings by himself and i love his voice oh my God. Lifetimes and Ultralife is now on my playlist! Seriously though, i can't wait til their album come out.

 2. I just watched Pretty Woman and Notting Hills

I know, some people might said "kemana aja lo???" but better late than never, right? So... yeah. Both were great i even teared myself. Julia Robert was an amazing actreess, and a VERY lucky woman. I mean... ada ngga sih aktor lawan mainnya yang ngga ganteng!? I was obsessed with Richard Gere and Hugh Grant just right after watched the movies. I was like 'cmon God can i have a lover and a daddy like Richard Gere?' (((well um ok, that's weird))). He was that hot in the movies, tapi begitu googling dan tau dia sekarang udah kolot dan jadi kakek kakek... ya... ok. The point is he was hot, pada masanya. Dan karakternya di film itu pas banget. I love how Richard Gere was so gentle, charming, flirty, and intimidating at the same time. Mungkin kalo jaman sekarang sih imagenya kayak Christian Grey, kali ya? But i prefer Richard Gere though. I mean, look at him.


And i must said, Julia Robert's role was HILARIOUS. She was brilliant. This rodeo drive scene is my favorite


 I was actually screaming 'YEAH TAKE THAT BECAUSE KARMA IS A BITCH ISN'T IT' to the shop assistant. I was actually screaming.

And Notting Hill, the movie was great, too. I gotta say Hugh Grant is my version of McDreamy (as in Grey's Anatomy).


I cried when William disappeared from Anna's movie set, the moment he tried to approach her back. It broke my heart everytime i watch people got dumped in the movie. But seeing a man got broken hearted.. especially this cute, i just can't. Lol. Ah and this is my favorite scene.




3. I have a lot of new songs on my playlist

Simple things make me happy. And new, fresh songs on my playlist just did. I guess i need to refresh my playlist more often. I love Jojo's and Alessia Cara's song, I Can Only. My Jojo just did a comeback! Whoa. Please, please, please, guys, listen to them. And have i already said that i love Spotify? Seriously, though, thank you so much Daniel Ek, you helped me discover new, fresh songs. These are my current jams. Please, please, please, guys i need you to listen to it.

Wiktoria - Unthink You
Shallou - Motion Picture Soundtrack (Radiohead cover)
Lauv - Reforget, The Other
Cigarettes After Sex - Dreaming of You
Khalid - American Teen
Mura Masa - Love$ick
Mod Sun - Beautiful Problem
Anne Marie - Do It Right

4. Lots of movies to be on the list

This year is gonna be great. There are lots of thriller movies coming this year, and i can't wait for watching it all! I really think i NEED to watch 47 Meters Down, Wish Upon, It, Personal Shopper, Cage, and the others. Oh and i already planned to watch Fate and Furious 8 right after i've finished UN. How cool's that.


random

-

6:49 PM

Some people just don't deserve kids. Sounds mean? Yeah. Moreover, that comes from an 18 year old (not so) kid's mouth. What do i know about raising kids? None. What do i know about pregnancies, and some people's great effort for having kids? None. I may not have any single idea about all of it, but i certainly knew that the angkot driver i jumped in yesterday was an asshole for cussing his 7-ish kid with words like 'anjing', 'goblok', 'bangsat' angrily to him, leaving him terrified. It hurts my feeling that the kid looked so terrified seeing how his father was so tempered, how he was indirectly taught to cuss, how he had to be called with those words by his parents, how he wasn't even being heard, how her mother made it worse by spanking his butt, and how he was so unlucky to live in an unhealthy family condition like that. Some people just don't deserve kids.

dreams

s c a r e d

11:31 AM

So, littleature, i supposed to be in school right now. Seharusnya hari ini gue ikut pemantapan menjelang USBN and the other shitty exam prep stuffs. Did i mention that it's D-24 ujian effing nasional? Yes. 24 more days. Dan H-3 USBN. Shoot. I guess i'm just unlucky, karena tahun ini angkatan gue kebagian ngerasain USBN. Hari senin nanti gue akan ujian agama dan geografi, which i'm not well-prepared for. Bahkan sekadar atensi untuk mikirin nasib nilai di ijazah gue gimana aja nggak ada sama sekali. I'm too stressed out for this. Gue lagi ada di tahap bodo amat sama semua ujian sekolah yang nggak ada ujungnya ini. All i care is SBMPTN, yang dimana sayangnya gue juga sedang berada di tahap jenuh untuk Inten. For God's sake why is it have to be this critical time sih?

Selama kelas 12 ini, gue berusaha membuang jauh-jauh semua harapan dan keinginan gue masuk jalur undangan alias SNMPTN. My already graduated friend, Thalita, also ask Rasyid and I the same thing. Lulus jalur undangan cuma boleh diliat as a bonus, while SBMPTN is your main goal. Sayangnya pemikiran itu berangsur-angsur pudar begitu ngeliat hasil TO gue makin kesini semakin turun. The highest i ever got was 51%, yang dimana setelahnya malah makin regresif hasilnya. Hahaha. Ada sebagian dari diri gue yang sangat berharap kalo gue lolos jalur undangan dan PPKB. Seeing the fact i'm not prepared enough for SBMPTN, i'm scared right now for that battle. Seeing the fact that i'm going to college this year, i'm scared...

I'm scared of lots of things. I'm scared of growing up, i'm scared of choosing wrong decisions, i'm scared of what comes after this, i'm scared of rejection, i'm scared of disappointment, i'm scared of my future, i'm scared of stepping forward, i'm scared of readjustment, i'm scared of ignorance, i'm scared of life...

but, aren't we all?


random

2016: highlight of the year

9:34 PM

So 2016 is about 5 hours left. Ngerasa nggak sih tahun ini kayak cepet banget? Buat gue iya. Sebagian orang bilang ketika kita enjoy ngelakuin sesuatu, waktu nggak bakal kerasa berlalu. Does it mean i enjoyed 2016 too much? I don't know. One thing for sure; 2016 mungkin bakal jadi salah satu tahun favorit gue. Too much things happened yet too much lessons learned; both with the easy way and the hard way. By the way, mumpung kebetulan lagi ada di penghujung tahun, gue pengeeen banget nge-review tentang beberapa hal yang considered as higlilight di kehidupan 2016 gue.

1. Meeting new, great, people
Sebenernya dari akhir 2015 sih, tapi yaa kenal bangetnya mulai 2016. Gue kenal banyak temen baru dari conversation class EF gue yang memotivasi gue banget. Kak Yosua, Kak Albert, Kak Daniel (yang ternyata senior SMA ya hm), Kak Andi adalah temen-temen EF yang bikin gue betah buat masuk kelas dibanding kelas sebelumnya. Temenan dan ngobrol sama mereka ngebuat pandangan gue lebih terbuka tentang kehidupan di luar sana. They made me realize that it's such a big world out there and all i ever been explore is less than a step. Ada yang udah bisnis kuliner sendiri, ada yang udah siap-siap ngelanjutin studi abroad, ada yang berhasil ngeraih mimpinya masuk akmil, dll. Btw, kangen makan di upnormal lagi beres EF deh!

2. I'm so much into chillout music this year
It seems like tiap tahun gue doyan genre musik yang berbeda. Tahun 2014 playlist di hp gue full banget sama lagu edm (HAHHAHAHAHA SORRY IF I'M SUCH A BASIC BICHEEEE) kayak Kaskade dan Madeon. Trus tiba-tiba masuk 2015 langsung sebosen itu sama hype-nya edm dan mendadak rajin dengerin folk mulai dari Layur, Gardika Gigih, Novo Amor, Amber Run, Bon Iver dan konco-konconya. Trus tahun ini selera musik gue bener-bener mentok di chill-out music mulai dari Alina Baraz, Honne, Ta-Ku, Chet Porter, FKJ, Mothica, dan seisi Majestic Casual, The Sound You Need, etc. Taon depan bisa aja selera musik gue mendadak heavy metal, ato j-pop sekalian kali ya?

3. I'm enjoying my senior year
To be honest, kayaknya baru tahun ini gue ngerasa enjoy banget di SMA. No pressure at all buat dateng ke sekolah, ga kayak dulu hoho. Sayang aja kalo gak masuk, udah kelas tiga. Taun terakhir di sekolah. Walaupun tetep kalo gabut langsung cabut hihi. Tambah semangat juga sih semenjak punya resolusi nyobain semua makanan di kantin sebelum gue lulus. Apa banget ya emang.

4. Jadi contributor Cerita Kita & apprentice di Gogirl! (which is majalah kesayangan gueee!!)
Gue se-enggak nyangka itu bisa menang dan jadi contributor buat Cerita Kita dan ditawarin apprenticeship di Gogirl! buat websitenya. Kayaknya gue pernah ngepost ceritanya di blog juga deh. Btw gue baru inget kalo bulan ini adalah bulan terakhir gue jadi contributor :') banyak banget sih pengalaman yang gue dapet selama jadi contributor dan apprenticeship. Mulai dari kebingungan nyari ide artikel, ngebut deadline, cafe-hopping buat bahan artikel (dan sianjir taunya ada cafe yang setelah gue review bulan berikutnya langsung tutup huhuhu) sampe ngerasain gimana rasanya di-underestimate sama orang karena umur dan appearance gue hahaha. Ok skip ntar bete lagi. However, this 7 months been amaaaazeballs to me. (P.S: thank you Kana for the artworks! duh cinta banget sama makhluk paling baik sedunia yg satu ini gangerti lagi)

5. Gak ikut karyawisata SMA, buying myself a camera lens with the money instead
It was such a big decision back then buat ikutan karyawisata atau engga. I didn't feel like i want to, though everybody said it's going to be a chance that will never come twice dan gue bakalan nyesel kalo gak ikut. Akhirnya gue tetep ngikutin kata hati buat gak ikut dan malah make uangnya buat beli lensa kamera yang selama ini gue idam-idamkan. Hehe. No regret!

6. PSP XXI!
Too much emotions and feeling to be described, but all of them are treasured. Jadi sutradara buat La Sociale Production (nama produksi kelas gue) bikin gue lebih kenal sama masing-masing anak kelas yang sebelumnya gue nggak begitu deket. Sumpah sampe sekarang masih inget gimana capeknya latihan sampe malem, degdegan gladi kotor, mikirin keluar masuk talent, mikirin flow mic, mikirin properti, mikirin script, inget paniknya waktu Nonny asmanya mendadak kambuh pas latihan, teriak-teriak ke pemain terutama Oday huhu, diskusi ini itu sama Kana, daaaan masih banyak lagi.

7. Titik terberat dalam hidup timbangan
I gained so much weight this year. Ya gimana nggak, makannya aja kalap mulu, ngemil ga berenti plus doyan makan yang manis manis, Semoga 2017 kurus Ya Allah tolong hamba capek dibully punya lengan gede ataupun paha keefsi.

8. I'm beginning to like coffee so much!
Dulu kayak anti banget sama kopi dan se-stuck itu sama earl grey atau english breakfast. Trus gara-gara kebetulan nge-review tempat ngopi enak di Bandung dan nyobain macem-macem kopi mulai dari yang enak, asem banget, pait dan dari latte biasa, cold brew, sampe manual brewed macem v60 dan syphon-- mendadak jadi suka banget minum kopi & can't help to order a latte everywhere i go! 

9. I'm buying myself a Starbucks tumbler after all these months craving for it
Selalu pengeeen banget punya tumbler Starbucks walaupun selalu bothered sama omongan orang-orang yang bilang kalo gak worth it sama sekali. Kayak tiap hari bakal ke sbux aja. Ya nggak juga sih. Tapi kan tiap tanggal 22 bisa dapet 50% off.... trus lucu lucu tumblernya.... trus ya emang kepengen dari dulu... jadi yaaaa. Akhirnya beli secara impulsif pada suatu siang pulang sekolah walaupun langsung dipoyokin Cindy Hani :') gapapa deh yang penting seneng huehehe.

10. Inten. Inten. Inten. Inten lagi.
It's always been a love-hate relationship. Cinta banget sama tempat les yang satu ini, karena gue baru bener-bener belajar materi sekolah dan ngerti di sini. Gurunya asik, seru, trus gampang ngerti. Trus seneng juga karena sistemnya disiplin banget gitu jadi bikin gue nggak terlalu leha-leha belajar. Tapi kadang itu juga sih yang bikin kesel, terlalu strict sama TO at homenya, progressnya, target TO-nya yang bikin gue gak punya waktu leha-leha. Jadi ya... gitu.

11. Bisnis online shop
Jadi beberapa bulan terakhir ini gue bikin online shop yang jualan masker gitu. Sumpah disini gue baru menyadari kalo berbisnis itu sama sekali nggak mudah dan butuh kesabaran ekstra. Mulai dari konflik sama kakak gue gara gara bisnis itu (yang akhirnya solved juga sih dan emang itu salah gue hu), puyeng sama orang-orang yang utang (jangan pernah mau diutangin even sama temen sendiri kalo bisnis!!), ngeorganize pemasukan pengeluaran, mikir gimana caranya dapet customer, dealing sama customer rese yang modusnya pengen beli eh taunya minta diendorse dan gajadi beli.... pffft. Susah banget ya ternyata jualan... ini aja kayaknya gue udah mau menyerah gegara bosen nunggu pembeli :') payah emang.

12. I happened to have an allergic into cold weather
Beberapa minggu terakhir ini gue mendadak punya alergi sama udara dingin. Iya, dikatakan mendadak karena sebelumnya gue tahan banting sama udara dingin, gak pernah gatel-gatel kayak gini. Eh tapi belum jelas juga sih apakah alerginya karena udara dingin atau makanan tertentu. Hehe sotoy ya gue nyimpulin sendiri. One thing for sure: having an allergic sucks.

13. I'm such a lucky bastard this year
Kayaknya taun ini gue lucky banget ikut kuis ini itu (HAHAHA you might think i'm such a cheapo suka ngarepin menang gratisan) di internet dan selalu menang. Mulai dari dapet hadiah hampers make up, beauty stuff, voucher MAP, daaan lain-lain. Bahkan orang-orang aja sampe bilang gue such a lucky bastard. Ehehehe. Semoga 2017 full of good luck aamiin.

14. Happened to be in an on-off (not) relationship for a year
Karena punya banyak banget kesamaan, menyukai banyak hal dan detail yang sama, pemikiran dan pemahaman yang sama, nyambung dan comfort buat ngobrol, dan hal lainnya nggak ngebuat dua orang harus jadian.

15. Fell in ~( i swear it's not) love (because i don't know how to describe it)~ with a stranger at the first sight
There was this moment when i ~mabal sekolah~ and took the only available train in the station, which happened to be destined to Cicalengka. I didn't feel like i want to go home, nor go to school, so i was impulsively buying myself a ticket to anywhere but home. Then i met this man on the train, he was sitting in front of me, and all of i ever thought was he had these addicting brown eyes to look at. Small, sharp, brown eyes. Strong jawline. Pointed cheekbones. This man was generously offering his seat to another lady. Shoot! He caught me staring and he smiled. I blushed, turned my head around trying not too look embarassing, awkward. I remember it was Bon Iver singing his song re:stacks on my earphone that moment. Our eyes met multiple times. I was challenged by myself to stare; damn, it was such a pair of addicting eyes. He was, again, smiling a bit. I kept Bon Iver singing repeatedly on my earphone--just because; if it was a movie, then this would be the perfect song to accompany. We didn't talk to each other at all until he walked out of the train. I was secretly watching him passing by the station from the window. He surprisingly turned back his head and then again, our eyes met each other. That was the first and the last time i saw this man. It's been 10 months since the tragedy but.. it's so weird that i still remember his face perfectly. And guess what crossed my mind every single time i listen to Bon Iver's 're:stacks'? Him.

so today

// In Between //

11:12 PM





Life is strange these days.

Nggak cuma akhir akhir ini saya makin ngerasa hidup di tengah kontradiksi, tapi juga hidup di antara dua lingkar sosial yang saling tegak lurus.

Lingkungan yang dulu saya masuki begitu konservatif dan idealis. Lingkungan yang membentuk anak-anak di dalamnya untuk 'nggak macam-macam', taat aturan, lurus, namun punya tendensi untuk menghakimi orang lain. Sulit untuk menerima hal baru dan menganggap beberapa hal yang sebenarnya biasa adalah tabu. But the good side is actually setiap orang dicekoki norma dan values yang baik. Solidaritas juga tertanam erat. Setiap orang pasti kenal dengan teman seangkatannya. Saya selalu kangen sama teman-teman di sini. Banyak momen kebersamaan yang saya punya bareng mereka.

Keluar dari lingkungan lama, saya masuk ke 'dunia' baru yang exciting. Meski jaraknya hanya terpaut sepuluh kilometer, lingkungan yang saya masuki begitu berbeda dan berwarna. Setiap orang bebas mengekspresikan keinginan, kepribadian dan keputusannya tanpa khawatir akan pandangan orang lain. Dan actually, orang-orang pun terlalu sibuk untuk merecoki kehidupan orang lain. Di lingkungan baru ini, saya ngerasa lebih 'alive' dan bebas. But there's always two sides in everything. Lingkungan liberalis ini kadang sedikit ekstrem --bagi saya--, dan begitu individualis. Menjalani kehidupan di sini kadang membuat saya merasa rindu kompak dan hangatnya teman-teman dulu.

Di antara.

Masuk ke lingkungan yang baru sedikit membuat saya kelimpungan pada awalnya. Butuh adaptasi yang lama untuk semua ini, namun lama kelamaan mengalir begitu saja. Meskipun tidak mengubah saya menjadi 100% liberalis ala orang-orang di lingkungan ini, at least saya comfortable dengan lajunya. Namun, bagian anehnya adalah ketika saya kembali bersosialisasi dengan teman-teman lama. 3 tahun terpisah dan tercekoki paham dan dunia baru membuat saya dan mereka seakan punya jarak dan prinsip yang berbeda. Dulu saya yang nggak punya pembanding antara lingkungan A dan B nganggep kalo lingkungan A (dulu) adalah lingkungan yang paling baik. It turned out that now i've changed my mind. Saya malah nggak comfortable in certain way ketika kembali bersosialisasi dengan mereka. Kadang ngerasa jengah dan terkekang oleh value mereka yang beda dengan saya yang sekarang. That moment i realized that i already changed, and i'll probably never again be quite the person i was. Di momen itu juga saya paham bahwa people really do change, dan kita juga nggak bisa menaruh ekspektasi pada orang lain untuk selalu jadi orang yang sama. Saya ngerasa saat ini belum sepenuhnya menjiwai hidup dengan gaya hidup di lingkungan baru, tapi udah nggak nyambung dan seprinsip dengan dimensi lingkungan yang lama. Akankah saya jadi berubah jadi pribadi yang 100% mengikuti arus di lingkungan baru? Nggak tahu. Mungkin aja. Nggak menutup kemungkinan juga suatu saat saya akan too comfort dengan lingkungan saat ini, menganggap lingkungan ini paling baik, lalu kemudian berubah menjadi pribadi yang lain lagi karena memasuki dunia yang baru. Oleh karena itu, di posisi ini lah saya baru ngerti maksud sekaligus bisa relate banget sama quotesnya Oliver Wendell Holmes Jr., 

"A mind that is stretched by a new experience can never go back to its old dimension."

Because change is really something we cannot avoid, isn't it?