Dulu ....
Aku benar-benar nggak bisa berdiri sendiri tanpa dukungan. Itu yang nggak aku suka. Sellau ketergantungan.
Aku benci kalah. Aku benci kekalahan. Aku ingin menang. Aku bakal ngelakuin apa aja buat menang. Aku bener-bener berlatih. Tapi, ketika aku gagal, aku bakal langsung down. Itu juga yang nggak aku suka.
Aku memperhatikan, aku diam, lalu aku praktekan. Tapi disaat aku ga bisa, kadang aku putus asa. Itu yang aku nggak suka.
Aku lihat temanku berhasil, lalu aku iri. Itu yang nggak aku suka dari aku sendiri.
Aku langsung benci hal yang membuat aku gagal, aku jadi ga mau berlatih lagi. Itu yang aku nggak suka.
Kadang, aku suka berlarut-larut dalam kesedihan. Itu yang aku nggak suka.
Sekarang ...
Menurutku, keberhasilan itu butuh suatu proses.
Aku harus terbiasa dengan kekalahan.
Aku harus rajin berlatih.
Aku harus yakin pada kemampuanku. Aku harus optimis.
Lihat kedepan, lihat apa yang aku tuju.
Aku harus berbesar hati menerima kekalahan.
Aku nggak punya waktu buat berlarut-larut dalam kesedihan, karena aku harus segera bangkit.
Aku nggak boleh putus asa. Berlatih teurs, dan suatu saat aku pasti bisa.
Aku nggak boleh iri. Mereka yang berhasil nggak pernah putus asa untuk berlatih. Maka dari itu, aku harus berlatih lebih giat. Aku harus melebihi mereka.
Buang pikiran negatif, berpikirlah positif.
Yakinlah bahwa aku pasti bisa!
Mereka yang berhasil bukan satu-satunya orang yang tidak sedih ketika gagal. Mereka yang berhasil juga pernah gagal. Tapi, mereka yang berhasil adalah orang-orang yang tidak berhenti berlatih, percaya diri, yakin dengan kemampuannya, berdoa, dan berpikiran positif. Dan ketika mereka gagal, mereka akan diam, menangis sejenak, lalu mulai berlatih lagi dan bersiap untuk bertarung.
Kemenangan ada di depan mata. Dan untuk menangkapnya, kamu butuh kekuatan dan kepercayaan diri dari latihanmu selama ini. Ketika kamu berhasil meraihnya, ikatlah dengan erat dengan perasaan rendah diri, tidak sombong, namuin tetap berlatih untuk meraih kemenangan lainnya.
Aku pasti bisa, aku pasti bisa, dan aku akan bisa. Supaya suatu saat aku berkata "aku bisa!"
Sunday, November 14 2010.
Sunday, November 14 2010
Yesterday was so fun, exciting, and greatful.
Kemaren pelaksanaan kejuaraan atletik usia dini di lapangan Sabuga ITB berjaloan lancar :)
Aku dan segerombolan anak atletik lainnya, bareng beberapa guru pergi ke sana dengan bis sekitar jam 6.20 pagi. Aku ikut lomba tolak peluru dan lempar bola, dapat nomor 242. Angka 2, tanggal lahirku. Kebetulan banget :D
Pagi-pagi banget, aku bangun (agak kesiangan) jam 4.45 am, begitu dibangunin langsung lompat ke kamar mandi. Karena aku harus nyiapin bekal makanan sendiri. Mba Yaya sama Mbak Ajeng kecapekan banget kemarin. Tapi Mbak Yaya tetep baik mau bikinin aku bekel. Makasih ya Mbak :)
Sudah siap semua perlengkapannya, aku berangkat pagi-pagi buta naik angkot. Lucky me, di pasar nggak macet karena memang masih pagi banget. Begitu sampai di sekolah, di dalem udah ramai denagn anak-anak atletik. Setelah nunggu bentar, akhirnya kita berangkat. Aku ga kebagian tempat duduk. Ada sih, hanya sempit banget. Jadi berdiri deh sama Anita. Ngelewatin kebun binatang, jadi pengen kesana deh ....
Sesuai dugaan aku sih eventnya agak ngaret dilaksanain. Akhirnya, segerombolan siswa yang ikut kejuaraan lempar bola putri jalan beriringan ke lapangan. Lemparanku standar, 17,5 meter. Waaa pengen diulang deh :(
Lalu nunggu sebentar sampai giliran tolak peluru dimulai, aku ngeliat-liat lomba lain. Ketika pelaksanaan tolak peluru putra kelompok C dimulai, ada salah satu dari mereka yang bisa melemparnya sampai 63 meter. Whoaaa keren banget!!! Pengen minta diajarin deh :P
Tolak peluru putri dimulai. Aku hanya bisa nolak sampai 3,91 m. Waah ... sayang banget ya? Padahal targetku sampai 4 meter lebih! Rohima emang hebat, dia bisa nolak sampai 4 koma sekian meter *applause*. Tapi, sayangnya, aku ga dapet juara lagi. Nggak apa-apa deh ... tapi aku seneng banget hari ini! Bisa ngeliat temen-temen dan adik kelas aku lomba, ngeliat raut wajah mereka yang berubah drastis menjadi begitu serius dan berusaha sekuat tenaga, mereka emang patut dihargai. Dan para pemenang yang beruntung ... mereka hebat sekali. Mereka pasti udah berjuang dengan sungguh-sungguh.
Ketika lomba 800 meter (2 keliling lapangan), salah satu atlit Kartika (temanku) kram. Ia nangis. Diantara teman-teman yang lain mengerubunginya, aku menjauh. Aku tahu disaat seperti inia ku ga bisa nanyain dia macem-macem karena kondisinya sedang buruk. Jadi, aku hanya bisa berdoa semoga ia baik-baik aja, termasuk atlet-atlet lain. I should to be proud of you, friends. You're great.
Akhirnya Opik (nama temanku yang cedera) digantikan oleh Giri (kalo ga salah) untuk lomba estafet. Kita semua berdoa supaya mereka baik-baik aja. Pertandingannya sampai maghrib. Dan selama itu, anak-anak yang lain pada main-main di lapangan. Aku sih, hanya duduk aja. Habis udaranya dingin banget~
Kita ga menang. Tapi, setidaknya kita memperoleh sedikitnya 1 medali perak untuk tolak peluru putra (diraih Farhan). Memang, dia keren banget bisa nolak sampai kejauhan 6 meter lebih. Whoaaa iri deh! Aku ngucapin selamat :)
Akhirnya, sekitar jam 06.20 pm kita pulang ke sekolah. Selama di perjalanan, Pak Didin kocak banget dengan tarian-tarian dan leluconnya di sepanjang perjalanan. Aku nggak bisa berhenti ketawa ngeliatnya.
Sebelumya, aku sudah berjanji, aku nggak akan menyesal dengan apapun hasilnya. Walaupun kalah, aku merasa puas banget bisa nyoba lempar bola dan tolak peluru di kejuaraan atletik kemarin. Pengalaman kemarin nggak akan bisa aku lupain seumur hidup :D
"a strong person is not the one who doesn't cry. a strong person is the one who knows how to be quiet, shed a tear for a moment, and then picks up his sword and fight again.
Hola~
Aku baru pulang dari persami~
Bawaanku lumayan banyak. 2 kantong dan 1 tas. Isinya perlengkapan pribadi, perlengkapan regu plus tambahan bantal bayi sama bahan buat selimut. Okeee~ sekitar jam 10am, kita masangin tenda. Ribet banget pasanginnya, untung dibantu sama guru ^^
Pada siangnya tadi, kita membagi regu menjadi 2 kelompok. Chika dan Hafaz bertugas merancang pesawat, aku dan lainnya mengerjakan materi lain. Seperti P3K, sandi morse, semaphore, dan masih banyak lagi. Yang paling susah adalah sandi morse. Aaaah, aku lupa -___- aku bahkan bingung, apa yang menjadikan serangkaian tanda baca titik dan strip bisa menjadi sebuah sandi huruf. Baden Powel kerajinan D: (EmangBaden Powel yang buat sandinya?)
Sayang, cuacanya nggak mendukung! Mendung dan hujan. Karena itu, pada malam harinya nggak ada acara api unggun. Yang ada malah nonton Persip-Persiba, sama ngerjain materi pramuka dan main games-games seru lainnya.
Jam setengah 11, kita semua disuruh tidur. Aku tidur duluan~ kkk. Pas dalam keaaan setengah sadar dan setengah tidur, aku denger
"Woooi diem Ocha-nya udah tidur";
"Ah, si Ocha raja tidur -___-";
"Iya, iya. Makan-tidur melulu. Pantesan aja perutnya terus mengembang ...";
aku langsung bangun, "Aku denger -___-". Hahaha. Habis itu, Pak Didin cerita serem gitu (tapi menurutku tetep aja lucu). Akhirnya aku benar-benar ketiduran, trus kebangun lagi karena ada ribut-ribut. Ternyata anak-anaknya belum pada tiduuuur~ udah jam 2.
Setelah itu, aku benar-benar ga bisa tidur. Hanya tinggal aku berempat dengan Fina, Soraya, sama Tyana yang ngumpul di meja sambil duduk-duduk. Yang kuingat, cuacanya dingin banget sehabis hujan.
Tadi paginya, kita keliling taman Kartini buat karnaval! Seperti yang direncanain kemarin, regu aku mainin drama "Jagoan" di petualangan Sherina. Aku jadi Sadam, Soraya jadi Sherina. Sambil nyanyi;
Dia pikir
Dia yang paling hebat
Merasa paling jago
Dan paling dahsyat
Dia memang jago
(Ayam jago...kukuruyuk...petok...petok....hahahha)
Dia memang kuat
(tapi dijegal cewek jatuh...hahahaha)
Dia pikir
Dia yg paling hebat
Merasa paling pintar
Dan paling kuat
Dia memang pintar..
(Pintar ngibul..hahaha)
Dia memang kuat
(kuat makannya alias rakus..hahahaha)
Yang namanya jagoan harus membela yang lemah
Yang namanya jagoan biasanya nggak pakai rok..
Yg namanya jagoan harus rela berkorban
Aku jadi inget filmnyaaa! Itu film rame banget deh. Aku suka Sherina! Tapi, nama karakter yang paling kuingat selain Sherina dengan Sadam itu "Kertarajasa". Habis, bukannya serem, tapi malah lucu ngeliat aktingnya.
Back to topic, regu-regu lainnya juga lucu! Yang paling kocak itu regu melati putih, hahaha lucu banget deh! Terhibur :>
Setelah selesai, kita semua ngeberesin tenda dan perlengakapan lainnya. Persami menyenangkan banget! Ini bukan yang terakhir kalinya, kok, meskipun aku udah kelas 6. Walaupun jadi alumni, kita juga masih bisa ikut persami bareng :>
Ah, i think it's the best day ever~
I'm sure i can't forget that moments with you, guys.
Love you,
zsksydny.
Hari ini istimewa, saudara-saudara!
Tanggal 10 bulan Oktober tahun 2010.
10-10-10.
Mari kita sambut dengan senyumaaaan :)
...
Sayangnya aku nggak tersenyum sekarang. Aku nggak dapet tiket KIFF, sementara temennya kakak aku dapet! How lucky she is~
Oke, berhenti ngomong KIFF. Aku bosen dengernya.
Selama seminggu ini, aku ngejalanin ulangan tengah semester. Dipastikan nilai Bahasa Indonesia aku agak jelek. Aku bahkan takut ngeliat nilainya berapa. Aku hanya bisa berdoa, semoga nilaiku nggak jelek-jelek amat. Well, mama nggak pernah marahin aku kalau aku dapet nilai yang nggak begitu bagus. Mama juga nggak pernah nanya nilai-nilai aku di sekolah kayak gimana. Itu ngebuat aku sempet berpikir, "mama merhatiin aku atau nggak sih? Kok beda dari mama-mama biasanya". Mama bilang ia percaya bahwa aku udah berjuang semampu aku. Tapi ... tetep aja. Aku pernah ngerasa "ingin dimarahin".
Selama dua minggu ini, aku udah 2 kali nggak masuk les keyboard. Aku ... jenuh. Aku bahkan benci liat keyboard di rumahku. Aku nggak pernah sebenci ini. Bayangkan, aku dibentak! Aku jadi agak 'dendam'. Fiuuuh ... emosi jiwa. Tapi aku tau aku ga boleh terus-terusan ga masuk. Sayang banget kalo aku keluar~ aku udah grade 2 dan sebulan lagi grade 3.
By the way, i hate someone. Dia sahabatku, tapi aku nggak ngerasa dia nganggep aku sahabat. Aku selalu maklumin sifat dia yang ehm --menurutku-- agak sensitif. Aku duduk dekat dengan dia. Setelah kupikir-pikir, aku agak 'tersiksa'. Aku selalu disalah-salahin, seperti dituduh bahwa aku menjatuhkan barangnya (yang kupikir hal tiu sepele sekali, tapi dia menanggapinya dengan sangat marah), aku juga sering diusilin. Tapi ... begitu aku 'ngusilin' dia dengan maksud bercanda, dia langsung marah (lebe banget). 1 hal lagi. Aku selalu aja ngalah. Aku selalua aja minta maaf duluan. Aku selalu minta maaf ketika dia marah. Tapi pas dia ngusilin aku, dia jarang minta maaf. Mungkin karena aku nggak selalu nanggepinnya dengan serius (tapi bukan berarti aku terima kan?). Karena aku tau dia gampang marah, dan aku ga mau ada masalah lagi yang muncul. Tapi ... kantung sabar aku udah penuh. Aku bener-bener ngeluairn semua perasaan aku. Aku bilang ke dia bahwa aku ga suka (dengan agak emosi -___-). Kejadiannya ketika aku dan beberapa temen lainnya mengerubungi dia. Dia nuduh aku bahwa aku numpahin sesuatu di mejanya (padahal aku ga bawa makanan apa-apa! Sungguh!). Aku (tanpa sadar) ngebentak dia. aKu bilang aku ga suka sikapnya selama ini. Aku capek!!! Bahkan aku pernah nangis gara-garanya. Aku ngeluarin semuanya di depan temen-temenku, lalu langsung pergi dari situ. Beberapa temenku da yang masih dengan tampang speechlessnya ngikutin aku.
Kecewanya, dia sama sekali nggak minta maaf. Lagi-lagi aku yang minta maaf.
Aku benar-benar ngerasa bodoh. Seharusnya aku tanggapin dengan baik-baiknya. Aku menyesal udah ngeluarin tenaga dan airmata aku buat dia. Tapi ... begitu rotasi tempat duduk kami dipindah, dia jadi jarang ngobrol denganku. Yaaah ... walaupun begitu, aku tahu kamu tetep sahabat aku :> live long friendship!
AKU SENENG BANGET.
ALBUM LUCIFER AKU NYAMPEEEE WOIII. *hahaha ordinary lebe*.
Okeoke, jadiii bermula-mula dari aku nyampe rumah. Aku nanya, "Bi, ada kiriman dateng, engga?" . Kecewa pas denger si bibi bilang enggak. Aku nyalain kompi. Fiuuh ... sabar aja lah, jangan-jangan luciferku nyampenya besok.
Udah capek main kompi, aku ngambil bantal bayi, udah lama ga bobo di ruang tamu. Ruang tamu di rumah aku pas banget buat tidur siang, ditambah cuaca panas dengan angis sepoi-sepoi. Complete.
Aku denger suara motor berhenti di depan rumah. Tukang yang lagi ngecat rumah di kontrakan sebelah nemuin. Aku nengok sambil bawa-bawa bantal.
"Neng, Zaskia Osya Denaya?" kata si mang-mangnya. Aku ngangguk.
"Itu ada kiriman."
Deg. Deg. Deg.
Aku tandatangan dengan gemeteran. A-akhirnyaaa ....!
Begitu sampai rumah aku teriak, "Biii kirimannya udah dateeeng!". Oke, ngefoto sesuatu untuk diabadikan momennya itu emang kebiasaan aku. Aku lupa taruh HP aku dimana. Oh yeah, di kamar mama. Kamar mama dikunci, mama lagi ngejemput Mba Yaya. Huwaaaa!
Sabar.
Sabar.
Aku ga bisa sabar.
Akhirnya mama pulang ga lama setelah barangnya sampe. Aku langsung minta kunci kamar mama, bilang albumnya dah nyampe. Foto-foto albumnya. Hahaha.
This is it! Anyway, i've got Jonghyun photocard ^^ even i hope it's Taemin or Onew, i'm so lucky. Cz i love SHINee :D
